Acara sertijab di mabes polri

Akhirnya, Kapolri Muncul

Kompas.com - 16/08/2010, 08:26 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Setelah sempat tertunda, acara serah terima jabatan (sertijab) enam posisi di Mabes Polri akhirnya dilakukan. Kepala Polri Jenderal Bambang Hendarso Danuri akhirnya hadir dan memimpin acara sertijab yang digelar di ruang utama Mabes Polri, Senin (16/8/2010) pagi.

Sebelumnya, Kapolri mendadak batal hadir saat acara sertijab yang dijadwalkan Jumat pekan lalu. Sempat terjadi simpang siur informasi mengenai ketidakhadiran Kapolri. Beberapa informasi yang beredar terkait ketidakhadiran Kapolri seperti dipanggil Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, menghadiri acara internal, hingga sakit. Akhirnya pihak Mabes Polri memastikan Kapolri sakit akibat kelelahan.

Enam posisi itu yakni Deputi Operasional Kapolri, Deputi Logistik Kapolri, Kepala Divisi Telematika Polri, Koordinator Staf Ahli Polri, Kepala Divisi Pembinaan dan Hukum Polri, Kepala Divisi Humas Polri, dan Kepala Pusat Keuangan Polri.

Kepala Bidang Penerangan Umum Mabes Polri Kombes Marwoto Soeto mengatakan, seusai sertijab, Kapolri akan langsung ke Gedung DPR untuk menghadiri pidato kepresidenan dalam rangka HUT ke-65 Kemerdekaan RI. "Sertijab dulu baru ke DPR," ucap Marwoto ketika dihubungi Kompas.com.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau