Perbankan

Kredit Mubazir Capai Rp 484,95 Triliun

Kompas.com - 16/08/2010, 11:49 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai fasilitas kredit perbankan yang belum ditarik atau dimanfaatkan oleh debitor (undisbursed loan) sampai paruh pertama tahun ini terus merangkak naik. Mengutip data statistik perbankan Indonesia per Juni 2010 yang dirilis oleh Bank Indonesia, nilai komitmen kredit bank yang belum ditarik oleh debitur mencapai Rp 484,95 triliun.

Angka ini membengkak dua kali lipat bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang baru sebesar Rp 271,38 triliun. Bila dibandingkan dengan posisi Mei lalu, undisbursed loan masih di kisaran Rp 476,48 triliun. Rekor tertinggi kredit mubazir di perbankan terjadi di bulan Februari lalu yaitu mencapai Rp 495,59 triliun.

Adapun nilai fasilitas kredit kepada bank lain yang belum dimanfaatkan juga terus mencatat kenaikan. Per Juni 2010 nilainya mencapai Rp 2,74 triliun. Juni 2009 lalu baru sebesar Rp 1,22 triliun.

Asal tahu saja, tren kenaikan kredit mubazir ini sudah berlangsung sejak akhir tahun lalu. Kalangan perbankan memberi alasan, kenaikan nilai kredit mubazir diakibatkan masih belum bangkitnya sektor riil. Banyak pelaku sektor riil yang menunda memanfaatkan fasilitas kredit yang sudah ia miliki, dan lebih memilih untuk memakai dananya sendiri. Alasannya, pasar belum cukup normal pasca-terhempas krisis sejak tahun 2008 lalu.

Adapun Bank Indonesia masih belum menuntaskan kajiannya terkait penyebab utama membanjirnya undisbursed loan di perbankan nasional tersebut. Salah satu sebab yang diindikasi oleh otoritas adalah masalah pencatatan dengan sistem baru. Ini menyebabkan nilai undisbursed loan jadi terlihat naik berlipat-lipat. (Ruisa Khoiriyah/Kontan)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau