Jalan Kaki ke Sekolah Turunkan Stres Anak

Kompas.com - 16/08/2010, 11:55 WIB

KOMPAS.com — Tekanan persaingan di sekolah, tuntutan guru dan orangtua, serta ketidakmampuan untuk menyesuaikan diri di lingkungan baru bisa menimbulkan stres pada anak. Namun, ada banyak cara untuk mengurangi stres. Salah satunya adalah membiasakan anak berjalan kaki ke sekolah.

Hasil penelitian yang dilakukan peneliti dari University of Buffalo menunjukkan bahwa anak-anak yang berjalan kaki ke sekolah memiliki kadar stres yang lebih rendah dibanding anak yang memakai kendaraan.

Penelitian melibatkan 20 anak laki-laki dan 20 anak perempuan berusia 10-14 tahun. Mereka melakukan dua simulasi, yakni sebagian berjalan kaki dan sisanya simulasi naik kendaraan ke sekolah. Baik ketika berjalan di treadmill atau "naik kendaraan", anak-anak ini disuguhi tayangan situasi lingkungan menuju ke sekolah.

Dibandingkan dengan yang berjalan kaki, anak-anak yang naik kendaraan memiliki peningkatkan denyut jantung dan tekanan darah sistolik tiga kali lebih tinggi. Penurunan reaktivitas stres, menurut para ahli, akan mencegah terjadinya penyakit jantung di kemudian hari. Selain itu, dengan berjalan kaki, kadar stres anak saat mengikuti ujian juga bisa dikurangi.

"Proses penyakit kardiovaskular dimulai dari masa kanak-kanak. Karena itu, jika kita bisa memperlambat atau mencegah proses itu, manfaatnya tentu besar sekali," kata James Roemmich, ketua peneliti. Ia menyarankan agar para orangtua dan pendidik lebih banyak memberikan waktu bermain dan beraktivitas fisik kepada anak-anaknya.

Seperti halnya orangtua, anak-anak juga bisa stres. Selain tekanan di sekolah, banyak orangtua yang mengisi waktu pulang sekolah anak dengan berbagai les sehingga anak tidak punya waktu untuk bermain. "Kegiatan fisik seperti berjalan kaki menuju ke sekolah perlu dipromosikan," kata Roemmich.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau