Secara Kepangkatan, Nanan Paling Pas

Kompas.com - 16/08/2010, 17:02 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Usman Hamid, mantan Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), menilai bahwa Inspektur Pengawasan Umum Mabes Polri Komisaris Jenderal Nanan Soekarna adalah orang yang pas menggantikan Kapolri Jenderal (Pol) Bambang Hendarso Danuri jika dilihat dari pangkatnya. Hal tersebut disampaikan Usman dalam jumpa pers menerima laporan sempat menghilangnya Kapolri Bambang Hendarso, di kantor Kontras, Jakarta, Senin (16/8/2010).

Meskipun demikian, kata Usman, penilaian terhadap siapa yang tepat menggantikan Bambang Hendarso yang akan pensiun pada Oktober tersebut tidak hanya berdasarkan pangkatnya. "Namun, ada ukuran lain, seperti Oegroseno yang juga tepat karena konsistensinya," katanya.

Menurut Usman, seorang yang pantas menjadi Kapolri harus memenuhi beberapa kriteria, seperti mencukupi syarat yuridis, kredibel di mata masyarakat, tegas, memiliki visi dan misi kepolisian, dan dapat diterima internal Polri. "Punya keberanian mengambil tindakan, integritas, apa yang dia ucapkan kepada publik dan dia lakukan harus sesuai," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, tokoh pluralisme, Romo Benny Susetyo, menambahkan bahwa seorang Kapolri nantinya harus mampu menindak tegas pelaku kekerasan, terlebih kekerasan terhadap umat/kelompok agama tertentu.

Sementara itu, aktivis Gerakan Indonesia Bersih, Adi Masardi, menambahkan bahwa calon Kapolri yang ideal adalah yang tidak pernah terlibat tindak kekerasan kepada publik. "Kalau terlibat dalam peristiwa 1998, tidak boleh, karena ada kecenderungan represif nantinya," kata Adi.

Terakhir, Usman mengatakan bahwa dalam penentuan siapa pengganti Bambang Hendarso, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono harus dapat mengukur secara tepat siapa yang paling pas menjabat sebagai Kepala Polri.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau