5 Sinyal Tubuh Tanda Gangguan Penyakit

Kompas.com - 17/08/2010, 10:29 WIB

Kompas.com - Sinyal tubuh merupakan pertanda adanya masalah kesehatan yang mungkin tak bisa dianggap enteng.

1. Penurunan berat badan Penurunan berat badan (BB) perlu dicermati bila selama 6 bulan terakhir setidaknya mencapai 5 persen, padahal yang bersangkutan tak menginginkannya dan tidak sedang berusaha melakukan penurunan BB. Penurunan sebesar itu juga menandakan adanya penyakit kronis yang tidak terkait langsung dengan saluran pencernaan. Penyakit yang perlu diwaspadai antara lain hipertiroid, liver, gangguan saraf, tuberkulosis, diabetes melitus dan kanker.

2. Hilang selera makan Jika selera makan hilang bukan karena gangguan pikiran, ini merupakan sinyal yang mengharuskan individu yang bersangkutan mencermati kalau-kalau dirinya terjangkiti penyakit atau tidak. Cara mencermatinya tentu saja dengan berkonsultasi ke dokter.

3. Mati rasa disertai pandangan mendadak kabur Merupakan sinyal adanya serangan stroke akibat pecahnya atau terblokirnya pembuluh-pembuluh darah di otak yang bisa berujung pada kematian. Agar tak berdampak fatal, begitu muncul sinyal tubuh ini segeralah ke UGD rumah sakit terdekat guna mendapat penanganan stroke pertama kali.

4. Air seni berdarah Meski tanpa disertai keluhan apa pun, adanya darah di air seni merupakan gangguan serius. Jadi, segeralah ke dokter. Sangat mungkin yang bersangkutan menderita batu ginjal, kanker ginjal, maupun infeksi pada saluran/kandung kemih.

5. Feses hitam Apa yang dikonsumsi seseorang memang berkemungkinan mengubah warna fesesnya. Warna hitam yang bukan karena asupan makanan, besar kemungkinan merupakan sinyal tubuh mengenai adanya perdarahan atau perlukaan di pencernaan bagian atas, usus kecil atau bahkan kanker. Untuk memastikannya diperlukan pemeriksaan laboratorium.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau