Kenali Anak Cerdas dan Berbakat Istimewa

Kompas.com - 17/08/2010, 15:12 WIB

KOMPAS.com - Jika anak Anda kelewat nakal dan tidak bisa diam, jangan berpikiran buruk dulu tentangnya. Bisa jadi anak Anda adalah satu dari sekitar 1,3 juta anak berbakat istimewa dan cerdas istimewa (gifted talented) atau juga disebut anak-anak CI+BI di Indonesia.

Menurut Amril Muhammad, seorang pengajar di Cugenang Gifted School, salah satu sekolah yang khusus dirancang untuk anak-anak berbakat tersebut, seorang anak gifted memiliki kecenderungan lebih nakal dari anak sebayanya. Mereka memiliki rasa penasaran yang lebih dan cenderung senang bergaul dengan orang dewasa.

"Itu salah satu ciri-ciri luar yang dapat diperhatikan," kata Amril usai menghadiri Malam Peduli Anak Duafa Berbakat, di Jakarta, Senin (16/8/2010) malam.

Selain ciri-ciri luar tersebut, kata Amril, seorang anak gifted dapat dikenali dari kecerdasan intelektualnya yang very superior dengan skor IQ di atas 130. "Pada lembar identifikasi dini, mereka memiliki kecepatan menyerap lebih dari teman sebayanya, seperti lebih cepat membaca," katanya.

Skor yang tinggi juga terlihat pada tes kreativitas dan komitmen kerja. Seorang anak gifted, kata Amril, memiliki ketertarikan kerja atau komitmen kerja yang luar biasa terhadap pekerjaan yang dia senangi.

"Misalnya saja dia senang main play station. Maka dia akan main terus, tidak berhenti," katanya. Dan jika kesenangannya tersebut diusik, maka anak gifted akan mengerahkan kreatifitasnya yang luar biasa. "Kalau dihalangi orangtua misalnya, kabel play station-nya dicabut, maka dia akan penasaran, dia utak-utik, sampai akhirnya bisa disambung lagi kabel itu," ujar Amril.

Sedangkan secara fisik, seorang anak gifted, menurut Amril, dapat dikenali dari tinggi badannya saat lahir. Tinggi badan anak gifted sejak lahir berkisar 53-54 sentimeter. "Space otak anak gifted lebih besar dari anak lain," tambahnya.

Meskipun memiliki perkembangan motorik kasar yang melebihi batas normal, anak gifted tertinggal dalam perkembangan motorik halus. Mereka, kata Amril, umumnya kesulitan menulis saat masuk sekolah dasar.

"Anak gifted sangat perfeksionis sehingga perkembangan kognitif yang luar biasa sulit disalurkan dalam tulisan," ucap Amril.

Kecenderungkan teguh pendirian, tidak takut mengerjakan apa yang dia yakini menjadi potensi sukses seorang anak gifted. Mereka memiliki kelebihan empat kali dari anak lainnya.

Namun, jika tidak dikenali, dibimbing, dan difasilitasi dengan pendidikan yang tepat, maka kelebihan anak gifted tersebut dapat menjadi negatif. "Salah satunya ya itu teroris Imam Samudra, saya pernah bicara dengan dia, dan memang dia termasuk gifted. Dan yang positif, Ibu Sri Mulyani," imbuh Amril.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau