Hut ri

Titis Tak Percaya Bawa Baki Bendera

Kompas.com - 17/08/2010, 17:08 WIB

KOMPAS.com- Awalnya, Titis Wardiyani (16), mengaku diremehkan ketika dirinya mengutarakan keinginannya untuk menjadi anggota Paskibraka tingkat nasional. "Sampai kabupaten aja belum tentu." Begitu para seniornya berucap.

Tapi nyatanya, hari ini pelajar asal DI Yogyakarta itu mendapat kehormatan membawa baki Bendera Merah Putih pada upacara Peringatan HUT ke-65 RI di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (17/8/2010).

Kepada Kompas.com, Titis mengaku justru menjadikan ucapan seniornya itu sebagai pemacu semangatnya untuk berlatih keras. Usaha dan perjuangannya ternyata membuahkan hasil. Melalui serangkaian seleksi, Titis, bersama rekannya, Dhany Ratman Saputro, didapuk mewakili Yogyakarta untuk menjadi anggota Paskibraka tingkat nasional.

Siswi kelahiran Kulon Progo, 17 November 1994 ini pun akhirnya bertolak menuju Jakarta untuk berlatih. Awalnya, tak mudah bagi siswa SMKN 2 Pengasih jurusan desain produk interior dan landscape itu melewati masa-masa latihan. Terlebih, Titis dilarang berkomunikasi dengan keluarga selama tiga minggu.

"Awalnya kangen keluarga. Tapi akhirnya saya siasati dengan menulis diari setiap malam," katanya. Seiring berjalannya waktu, Titis dapat menyesuaikan diri. Dan, perjuangannya terbayarkan sudah ketika namanya disebut sebagai pembawa baki Merah Putih pada upacara bendera di Istana Merdeka sesi sore hari ini.

Titis mengatakan, dirinya tak memiliki persiapan khusus ketika didapuk menjadi pembawa baki Bendera Merah Putih. Dirinya hanya menyempatkan diri berdoa.

Ditambahkannya, dirinya semakin terpacu untuk melakukan yang terbaik begitu mengetahui bahwa orang tuanya hadir pada peringatan HUT ke-65 RI di Istana Merdeka. "Senang. Surprise, tiga minggu tidak bertemu," katanya berseri-seri.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau