Musik orkestra

Kolaborasi Unik dalam Senandung Negeriku

Kompas.com - 17/08/2010, 18:13 WIB

KOMPAS.com- Dari sedikit sekolah yang punya kelompok musik (orkestra), SMA Santa Theresia boleh dibilang luar biasa. Penampilan Saint Theresia School Orchestra (STSO), Senin (16/8/2010) tadi malam di Balai Sarbini, Plaza Semanggi, adalah bukti orkestra anak sekolahan patut diperhitungkan.

Musisi terkemuka Addie MS, yang juga dikenal sebagai konduktor orkestra, menilai STSO memiliki kekuatan dan keunikan tersendiri dalam menyajikan orkestra, yang tidak dimiliki oleh orkestra lain. "STSO berhasil menjadi orkestra remaja yang cukup handal dan berkualitas," katanya.

Addie MS malam itu tampil sebagai konduktor tamu ketika STSO membawakan lagu Indonesia Raya ciptaan WR Soepratman, dalam aransemen Jos Cleber. Lagu Indonesia Raya dimainkan tidak saja karena bangsa Indonesia memeringati Hari Kemerdekaan yang ke-65, tetapi dalam rangka perayaan 50 tahun SMA Santa Theresia, sekolah yang banyak memiliki siswa-siswi bertalenta tinggi dalam memainkan instrumen musik, juga membuktikan partisipasi dalam melestarikan kesenian Indonesia melalui alat musik tradisional ke masyarakat luas.

Kepala Sekolah SMA Theresia Sr Ferdinanda Ngao OSU mengatakan, seni musik memainkan peranan penting dalam proses perkembangan generasi muda. "Seni musik dapat memberikan sentuhan-sentuhan afeksi dan spiritual yang merangkul semua suku, agama, ras, dan golongan.

Musik membuat manusia semakin peka dan semakin menyatu dengan Tuhan dan sesamanya. Itulah sebabnya di sekolah Santa Theresia, orkestra dipilih menjadi salah satu kegiatan ekstrakurikuler," katanya.

Kolaborasi

Mengusung tema "Senandung Negeriku" STSO menunjukkan kehebatannya berkolaborasi dengan SMP St Theresia Kolintang Ensemble membawakan lagu Kambanglah Bungo dan Si Patokaan.

Dengan St Theresia Choir, STSO menghadirkan Serviam yang diaransemen Singgih Sanjaya. Dalam Chinese Overture Ondel-ondel yang diaransemen Yazeed Djamin, STSO tampil agak kocak dan menghibur.

Setelah memainkan instrumen musik Tanah Air yang diaransemen Fero Aldiansya Stefanus, penampilan berikutnya STSO berkolaborasi dengan soprano Kanti W Janis dan dilanjutkan dengan Vocal Group Guru SMA St Theresia.

Yang tak kalah unik dan menarik tatkala STSO berkolaborasi dengan Gamelan Bali LKB Saraswati dab St Theresia Choir saat membawakan lagu dari Bali Don Dap Dape, yang diaransemen Siswanto. Bunyi gamelan Bali dengan warna suara yang khas dengan musisi yang atraktif, menyatu dalam orkestra yang berawal dari sebuah ensemble, tujuh tahun lalu.

Tampilnya Tompi dengan lagu asal Maluku Buka Pintu, sepertinya mengobati kerinduan ratusan penonton yang memenuhi Balai Sarbini dengan penyanyi yang berjuluk "super vokalist" atau "supersound". STSO menuntaskan sesi pertama berkolaborasi dengan SMK St Theresia Dancer, yang secara medley menampilkan instrumentalia Sajojo, Apuse, dan Yamko Rambe Yamko.

Pada sesi kedua, STSO berkolaborasi dengan Sonya Clarissa dan Origami Band untuk membawakan lagu-lagu dari tanah Batak O Tana Batak dan medley Sigulempong.

Tak hanya lagu Tanah Batak, STSO menuntaskan kolaborasinya dengan lagu Bungong Jeumpa dari Aceh yang dinyanyikan Tompi dan medley dari Kalimantan Selatan, Paris Barantai dan Ampar-ampar Pisang.

Dengan Komunitas Kroncongan Agawe Santosa, STSO berkolaborasi untuk lagu Bengawan Solo ciptaan Gesang dan aransemen Guntur Nur Puspito. STSO yang dikonduktori Dewi Atmodjo sebelumnya sukses mengadakan konsep bertajuk "At the Beginning" (2007), "Shall We Dance" (2008), dan konser bertajuk "The Box Office (2009).

Selain itu STSO juga tampil di berbagai acara, di antaranya Pentas Seni 150 Tahun Ursulin Indonesia (2006), Ursulin Youth Camp (2007), dan Addie MS Music Odyssey (2009), serta berkolaborasi dengan banyak penyanyi dan musisi seperti Andien, Delon, Maya Hasan, Vina Panduwinata, dan grup band Nidji. (YURNALDI)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau