Jupe: Saya Mundur karena Tuhan

Kompas.com - 17/08/2010, 21:46 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com -- Julia Perez menepis tudingan yang menyebut bahwa dirinya hanya mencari sensasi dan ingin menaikkan popularitas saja dengan pencalonannya sebagai wakil bupati Pacitan. Ditegaskannya, ia serius maju sebagai wakil bupati di tempat kelahiran Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu tapi tidak untuk saat ini.

 

"Saya maju karena Tuhan dan saya mundur karena Tuhan," kata artis yang akrab disapa Jupe ini, ditemui di  Cibubur Junction, Jakarta Timur, Selasa (17/8/2010).

Diakui kekasih Gaston Castano ini,  dirinya mencalonkan diri hanya ingin menjadi lebih baik di mata Tuhan. Menurutnya, dengan menjadi wakil bupati Pacitan, ia bisa memberi manfaat bagi orang banyak.  "Saya hanya menjalankan apa yang Tuhan kasih," cetusnya.

Di samping itu, Jupe mengaku ingin memberikan semangat bagi kaum muda agar mampu mendobrak perubahan bangsa Indonesia ke arah yang lebih baik.

 

"Saya ingin menyemangati anak-anak muda kalau anak muda juga bisa berbuat sesuatu untuk bangsa Indonesia. Saya sungguh-sungguh dan tidak main-main untuk pencalonan ini," tandasnya.

Kalaupun ia kini menarik diri, lantaran merasa belum dibukakan pintu untuk ke Pacitan.

 

Pascamundurnya Jupe menjadi calon wakil bupati, Ketua Tim Koalisi Pencalonan Julia Perez, Sutikno, menuding Jupe main-main mencalonkan diri sebagai calon wakil bupati Pacitan. (ANI)

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau