Petenis AS lainnya, Taylor Dent, juga maju ke putaran selanjutnya setelah mengalahkan petenis Spanyol, Feliciano Lopez, 6-3, 6-2, dengan mudah.
Roddick, yang dua kali juara di Cincinnati ini, beberapa pekan terakhir habis-habisan mengembalikan kebugaran tubuh. Menurut Roddick, ia terserang virus ”mono”. Maksudnya, ia mampu membikin servis kuat, tetapi harus selalu waspada menghadapi lawan yang bermain dengan gigih dan tak terduga.
Menghadapi Stakhovsky, Roddick pun merasa demikian. Ia harus berjuang. Stakhovsky memaksa Roddick memainkan tie break pada set kedua yang sangat ketat. Sampai-sampai emosi Roddick terpancing dan ia membanting raket ke lapangan.
Pada set ketiga, Roddick menemukan gaya bermainnya dan hanya memberi lawannya satu gim. ”Itu rahmat di balik malapetaka ketika saya harus bermain di set ketiga. Sebab, set ketiga itu adalah permainan saya yang terbaik dalam beberapa bulan ini. Saya kehilangan set kedua, tetapi saya mampu mengembalikan performa pada puncaknya. Jadi, saya kira, saya bermain dengan baik,” ujarnya.
Dent, yang bermain dengan kondisi bugar pada putaran pertama, harus menghadapi peringkat pertama dunia, Rafael Nadal, pada putaran kedua. Dent, yang peringkat ke-83, tidak berharap terlalu banyak melawan Nadal. Ia hanya ingin bisa bermain dengan sebaik-baiknya.
”Skenario terbaik adalah mendikte permainan secara konsisten. Saya masuk ke lapangan, lalu menggempur dengan servis pertama, lalu memukul dengan keras servis kedua. Jangan sampai membiarkan ia (Nadal) untuk mengatur permainan dan memukul bola dengan forehand-nya,” kata Dent.
Itu skenario mudahnya. Namun, Dent juga mengantisipasi dengan skenario terburuk. Nadal akan terus memukul bola dengan forehand. ”Saya lebih baik memukul balik dengan asal-asalan daripada meladeni forehand-nya,” sambung Dent.
Pada pertandingan lain, petenis Swiss, Stanislas Wawrinka, tidak sulit menekuk Nicolas Almagro dari Spanyol, 6-3, 6-3. Ia akan melawan pemenang antara Michael Llodra dan Julien Benneteau, yang sama-sama dari Perancis. Sam Querrey juga mudah melumat petenis Jerman, Philipp Petzschner, 6-1, 6-4.
Sharapova mundur
Dari Moskwa diwartakan, petenis ayu Maria Sharapova undur diri dari turnamen WTA di Montreal, Kanada, pekan ini. Cedera tumit yang menderanya saat melawan petenis Belgia, Kim Clijsters, di final Cincinnati Open, Minggu, belum pulih.
Sharapova di Cincinnati harus menyerah dari Clijsters, 6-2, 6-7 (4), 2-6. Padahal, pada set kedua mulanya ia unggul 5-3, tetapi hujan dan laga dihentikan selama 74 menit. Clijsters akhirnya mampu membalikkan keadaan dan menang.
Sharapova berharap cedera tumitnya bisa sembuh sebelum Grand Slam US Open yang digelar pada 30 Agustus 2010. ”Saya merasa kaki saya sakit pada akhir set kedua. Itu sungguh membuat saya takut. Jadi, saya memutuskan untuk mundur dari turnamen di Montreal,” katanya.
Lain Sharapova, lain pula rekan senegaranya, Dinara Safina. Safina menggenggam kemenangan pertamanya di Montreal, Senin. Ia membekuk petenis Jerman, Andrea Petkovic, 6-3, 6-3, dan mengumumkan kondisinya yang pulih 100 persen dari serangkaian cedera.
”Jika saya tidak fit 100 persen, tidak mungkin saya mengambil risiko. Apalagi tahun ini hampir selesai. Jika tidak sehat, saya memilih beristirahat,” ujar Safina.
Cedera punggung dan cedera lain membuat peringkat Safina terpuruk ke urutan 70, dari posisi puncak tahun lalu.
”Menyakitkan berada di urutan 70. Namun, yang penting saya di sini sekarang. Saya bermain dan saya sehat,” ujarnya. Safina berharap segalanya berubah di Montreal, tempat favoritnya.