LONDON, KOMPAS.com — Gelandang Bayer Leverkusen, Michael Ballack, mengaku masih sedih karena gagal meraih mimpi pensiun di Chelsea.
Ballack resmi berpisah dengan "The Blues" sebagai agen bebas transfer akhir musim lalu setelah kedua pihak gagal mencapai kesepakatan soal kontrak baru. Ia kemudian bergabung dengan Leverkusen yang pernah dia bela pada 1999-2002.
"Aku ingin sekali mengakhiri karierku di Chelsea, dan mereka adalah opsi pertamaku ketika kontrakku berakhir musim lalu. Aku agak kecewa karena kami tak bisa mencapai kesepakatan mengenai kontrak baru karena, pada satu titik, aku pikir kami akan berhasil," kata Ballack.
"Aku tahu, aku mendapat dukungan dari Pelatih (Carlo Ancelotti). Namun, sayangnya hal itu tak terjadi. Aku harus pindah dan menghadapi tantangan berikutnya bersama Leverkusen. Aku tidak merasakan sakit hati kepada Chelsea dan aku berharap mereka akan tetap menjadi pemenang," lanjutnya.
"Chelsea adalah klub khusus, tempat aku menghabiskan masa empat tahun yang bagus dan kami memenangi banyak piala. Aku diperlakukan dengan baik oleh orang-orang di sana dan selalu ada semangat besar dalam skuad."
"Kami memiliki banyak juara dalam tim, enam atau tujuh kapten tim nasional. Namun, aset terbesar kami adalah kesatuan. Semua pemain papan atas menempatkan egonya demi kebaikan tim. Menurutku, hal ini cukup unik," pungkas mantan pemain Bayern Muenchen tersebut.
Total, pemain yang berusia 33 tahun itu telah membela Chelsea dalam 105 pertandingan dengan 17 torehan gol. (MRR)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang