Soal Chelsea, Ballack Masih Sedih

Kompas.com - 18/08/2010, 04:50 WIB

LONDON, KOMPAS.com Gelandang Bayer Leverkusen, Michael Ballack, mengaku masih sedih karena gagal meraih mimpi pensiun di Chelsea.

Ballack resmi berpisah dengan "The Blues" sebagai agen bebas transfer akhir musim lalu setelah kedua pihak gagal mencapai kesepakatan soal kontrak baru. Ia kemudian bergabung dengan Leverkusen yang pernah dia bela pada 1999-2002.

"Aku ingin sekali mengakhiri karierku di Chelsea, dan mereka adalah opsi pertamaku ketika kontrakku berakhir musim lalu. Aku agak kecewa karena kami tak bisa mencapai kesepakatan mengenai kontrak baru karena, pada satu titik, aku pikir kami akan berhasil," kata Ballack.

"Aku tahu, aku mendapat dukungan dari Pelatih (Carlo Ancelotti). Namun, sayangnya hal itu tak terjadi. Aku harus pindah dan menghadapi tantangan berikutnya bersama Leverkusen. Aku tidak merasakan sakit hati kepada Chelsea dan aku berharap mereka akan tetap menjadi pemenang," lanjutnya.

"Chelsea adalah klub khusus, tempat aku menghabiskan masa empat tahun yang bagus dan kami memenangi banyak piala. Aku diperlakukan dengan baik oleh orang-orang di sana dan selalu ada semangat besar dalam skuad."

"Kami memiliki banyak juara dalam tim, enam atau tujuh kapten tim nasional. Namun, aset terbesar kami adalah kesatuan. Semua pemain papan atas menempatkan egonya demi kebaikan tim. Menurutku, hal ini cukup unik," pungkas mantan pemain Bayern Muenchen tersebut.

Total, pemain yang berusia 33 tahun itu telah membela Chelsea dalam 105 pertandingan dengan 17 torehan gol. (MRR)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau