Bunga KPR BRI Rendah, Peminat Rumah di Surabaya Melonjak

Kompas.com - 18/08/2010, 08:07 WIB

SURABAYA, KOMPAS.com - Kalangan perbankan di Indonesia memanjakan pasar properti dengan memberikan suku bunga Kredit Pemilikan Rumah/KPR murah seiring upayanya mendukung program pemerintah menyediakan hunian bagi masyarakatnya.

Kepala Cabang Bank BRI Surabaya, Heru Sukanto di Surabaya Senin mengatakan, produk bunga murah dari BRI cukup banyak diminati masyarakat terutama untuk properti yang harga jualnya sekitar Rp 200 juta hingga Rp 400 juta per unit.

"Mendekati akhir tahun biasanya pasar mulai menunjukkan peningkatan minat membeli produk properti,"katanya.

Menurut dia, paket bunga murah yang ditawarkan pada tahun pertama hanya 7,5 persen dan tenor maksimal 10 tahun. Sampai Juni 2010, realisasi penyaluran KPR di Surabaya Rp370 miliar.

Kalau target tahun ini Rp668 miliar. Untuk mempercepat penyalurannya, ia menjalin kerja sama dengan sejumlah pengembang dan "bundling" berupa Kredit Kendaraan Bermotor (KKB). "Mengenai realisasi kredit bermotor antara Januari 2010 hingga Juni 2010 mencapai Rp21 miliar," ujarnya.

Soal target selama tahun 2010, ia mengaku, mencapai Rp75 miliar. Di sisi lain, penerapan suku bunga untuk program tersebut diberlakukan lebih murah dibandingkan "leasing"  

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau