Capai rp 402 triliun

Aset Bank Mandiri Buat Rekor

Kompas.com - 18/08/2010, 08:14 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Untuk kali pertama sejak berdiri, PT Bank Mandiri Tbk membuat rekor aset. Kini, per akhir Juni 2010, jumlah aset Bank Mandiri Rp 402,08 triliun.

"Ini pertama kalinya aset Bank Mandiri melampaui Rp 400 triliun. Sejak berdiri, belum pernah aset kita bisa melebihi Rp 400 triliun," kata Zulkiflli Zaini, Direktur Utama Bank Mandiri, Senin (16/8/2010).

Berdasarkan laporan keuangan Bank Mandiri periode yang sama tahun lalu, jumlah aset Bank Mandiri masih Rp 358,89 triliun. Ini artinya, ada peningkatan sekitar 12,03 persen.

Dalam skala industri perbankan nasional, Bank Mandiri masih bercokol di urutan pertama bank terbesar berdasarkan aset. Bank Indonesia (BI) mencatat, pangsa Bank Mandiri berdasarkan aset pada perbankan nasional sebesar 13,98 persen. Pangsa ini lebih baik dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya 13,51 persen.

Urutan kedua bank terbesar berdasarkan aset ditempati oleh PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) dengan aset sebesar Rp 319,82 triliun. Pangsa BRI terhadap industri perbankan nasional sebesar 11,94 persen.

PT Bank Central Asia Tbk (BCA), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI), dan PT Bank CIMB NIaga Tbk (CIMB) menempati di urutan ketiga, keempat, dan kelima. Total aset masing-masing sebesar Rp 296,38 triliun, Rp 219,17 triliun, dan Rp 125,63 triliun. Pangsa mereka terhadap industri perbankan nasional masing-masing 11,07 persen, 8,18 persen, dan 4,69 persen.

Di bawahnya, masih ada PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Danamon), PT Pan Indonesia Tbk (Panin), PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BII), PT Bank Permata Tbk, dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN). Dibandingkan periode yang sama tahun lalu, posisi Bank Permata masih di urutan ke-8 disusul Citibank N.A. dan BII. (Andri Indradie, Steffi Indrajana/Kontan)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau