Cara Alami Mengendalikan Nafsu Makan

Kompas.com - 18/08/2010, 09:29 WIB

KOMPAS.com - Nafsu makan berlebihan perlu dikendalikan, jika Anda tak ingin mengalami kegemukan. Mengendalikan keinginan untuk makan bisa dilakukan dengan cara alami, dengan memilih makanan yang meregangkan lambung dan membuat cepat kenyang.

Rasa lapar muncul karena ada rangsangan dari lambung, jelas ahli gizi klinis, dr Samuel Oetoro, SpGK. Saat lambung kosong, secara otomatis rasa lapar muncul dan memerintahkan otak untuk segera mencari makanan dan mengisinya.

"Jika lambung sudah terisi, secara alami rasa kenyang muncul dan berhenti mengisi makanan," jelasnya.

Awali dengan memotivasi diri
Persoalannya, seringkali rasa kenyang "seakan" tak muncul sehingga lambung terus-menerus diisi. Hal inilah yang membuat nasfu makan tak terkendali. Dalam hal ini penyebab utamanya karena tak adanya motivasi diri.

"Anda perlu memiliki gol yang kuat untuk bisa mengontrol nafsu makan," kata dr Sam.

Selain motivasi untuk mengontrol pola makan, termasuk nafsu makan, Anda juga perlu membiasakan lambung untuk meregang, dan menimbulkan rasa kenyang.

Pilih makanan kaya serat atau mengandung banyak air

Caranya, pilih makanan dengan kandungan serat, seperti buah, sayur, sereal, atau gandum. Pilih buah berserat tinggi seperti apel, pir, atau jeruk. Buah yang mengandung banyak air juga membuat lambung teregang, seperti semangka atau melon, meski kandungan seratnya tidak tinggi. Pepaya bisa menjadi pilihan lain yang membuat lambung terisi dan mengenyangkan.

Mengonsumsi jeruk dengan serat putih yang menempel pada buahnya, juga bisa meregangkan lambung. Sementara, makan apel dengan kulitnya akan memperlambat naiknya kadar gula darah dalam tubuh. Apel beserta kulitnya mengandung kadar indeks glikemik (Glycemic Index/GI) yang rendah. Makanan dengan kadar GI rendah akan mengurangi kecepatan naiknya gula darah dalam tubuh setelah makan. Semua jenis sayuran rata-rata memiliki kadar GI rendah dengan banyaknya serat pada bagian batang dan daunnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau