BEIJING, KOMPAS.com - Damiler AG tidak percuma bermitra dengan salah satu produsen mobil di China BYD. Karena, Pemerintah China akan menandatangani kontrak pemesanan 100.000 unit mobil listrik kepada prinsipal asal Jerman itu. Demikian menurut sumber yang mengetahui rencana langkah pemerintah.
Kontrak rencananya akan ditandatangani mulai 2012 tapi berapa nilainya belum diumumkan. Langkah ini selaras dengan ambisi China mengejar target sebagai pasar mobil listrik terbesar di dunia. kalau berjalan sesuai skenario, berarti Pemerintah China menjadi konsumen terbesar kedua bagi Daimler.
Kerjasama antara Daimler dan BYD diumumkan Mei 2010, dengan menanamkan investasi gabungan senilai 87,8 juta dollar Amerika Serikat (Rp788 miliar). Kedua pabrikan akan mengolaborasikan keahlian Daimler dalam produksi kendaraan listrik baik dari segi arsitektur, keamanan serta teknologi baterai BYD.
Mobil listrik yang diproduksi, kabarnya menggunakan basis B-Class. Unit bisa menjelajah sejauh 300 kilometer dalam kondisi baterai penuh.
Order besar yang akan dilakukan China nampaknya membuat pihak BYD bersyukur. Pasalnya, penjualan unit pabrikan menurun dari target yang ditentukan sebelumnya. "Kami meproyeksikan penurunan penjualan 25 persen tahun ini, kami sudah merevisi target," ujar Paul Lin, Marketing Manager BYD.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang