Masjid di "Ground Zero" Mungkin Batal

Kompas.com - 18/08/2010, 14:17 WIB

NEW YORK, KOMPAS.com Rencana pembangunan masjid di "Ground Zero", lokasi serangan 11 September di New York, mungkin batal. Gubernur New York David Paterson berencana membicarakan perpindahan lokasi pusat kebudayaan Muslim dan masjid tersebut, dari semula di "Ground Zero", ke tempat yang lebih jauh dan tidak terlalu memicu emosi.

"Kami akan bekerja sama dengan pengembangnya," kata juru bicara Paterson, Maggie McKeon. "Belum ada pembicaran resmi antara gubernur, imam, dan pengembang. Bagaimanapun, kami berharap akan mengadakan pertemuan yang dijadwalkan dalam waktu dekat."

Namun, seorang juru bicara proyek itu, Oz Sultan, mengatakan bahwa sepengetahuan mereka, pertemuan itu belum dijadwalkan. "Kami menghargai ketertarikan gubernur itu saat kami terus mengadakan pembicaraan dengan banyak pejabat," kata Sultan.

Menurut rencana, proyek itu akan terletak dua blok dari tempat terjadinya serangan 11 September, serangan yang diduga dilakukan oleh Al Qaeda serta menghancurkan gedung World Trade Center (WTC) dan menewaskan hampir 3.000 orang. Proyek tersebut kemudian memicu perdebatan nasional mengenai apakah pusat budaya Muslim itu harus dibangun di tempat tersebut.

"Jika setiap orang mengurungkan rencana dan melihat hal ini, maka langkah tersebut benar-benar merupakan kepentingan terbaik bagi setiap orang ... khususnya masyarakat Muslim. Ini untuk menunjukkan bahwa mereka serius terhadap pembangunan tempat itu dan tidak hanya berupaya membuat pernyataan dengan akan memiliki sebuah masjid yang dibangun di 'Ground Zero'," kata Peter King, anggota senat dari New York.

King mengatakan kepada Reuters bahwa ia ingin melihat pusat kebudayaan dan masjid itu dibangun, tetapi dengan posisi yang jauh dari tempat serangan tersebut. "Lokasi yang diusulkan sekarang ini akan membuka kembali luka yang sudah terlalu banyak," katanya. "Ini hanya membuka luka lama dan menaburkan garam di atasnya."

Proyek yang disebut "Cordoba House" tersebut mencakup sebuah bangunan dengan 13 lantai yang berisi sebuah ruang untuk shalat, auditorium, kolam renang, dan beberapa ruang pertemuan.

Presiden Barack Obama ikut serta dalam kehebohan itu, Jumat, dengan mengatakan bahwa ia mendukung hak umat Islam untuk membangun masjid di tempat tersebut. Sehari kemudian, di tengah reaksi politik yang tidak bagus, Obama mengatakan bahwa ia (hanya) berkomentar mengenai kebebasan beragama, bukan bahwa lokasi masjid tersebut tepat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau