Animo masyarakat terhadap angkutan umum pada setiap musim mudik Lebaran mengharuskan pemerintah mempersiapkan infrastruktur transportasi yang laik dan aman untuk digunakan. Salah satu infrastruktur yang cukup vital untuk mengangkut warga yang hendak mudik adalah kendaraan, baik darat, laut, maupun udara.
Dari sekitar empat juta pemudik yang masuk ke Jawa Tengah, 50 persennya menggunakan angkutan umum. Pemudik dengan kendaraan umum tersebut sekitar 33 persen memanfaatkan jasa angkutan bus, 14 persen dengan kereta api, 2 persen pesawat terbang, dan sisanya dengan kapal laut.
Tingginya animo pemudik ini menyebabkan perusahaan otobus berusaha mengoperasikan semua armadanya. Hingga tahun 2008, Bus AKAP, Bus AKDP, dan bus cadangan yang jumlahnya tercatat lebih dari 10.000 unit dioptimalkan operasinya untuk mengangkut penumpang.
Boleh jadi, animo masyarakat menggunakan bus dimotivasi oleh harganya yang bervariasi, ketersediaan armada, dan pelayanan rute bisa menjangkau hampir seluruh wilayah Jateng. Kelebihan armada bus ini tampaknya akan kembali dilirik oleh calon pemudik untuk Lebaran tahun ini. Kondisi ini membuat proporsi penumpang angkutan umum masih didominasi oleh bus. (IWN, Litbang Kompas)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang