Bantul, Kompas - Kegiatan pasukan pengibar bendera pusaka atau paskibraka di Bantul setiap tahun selalu menyedot anggaran sekitar Rp 100 juta. Anggaran tersebut digunakan untuk pembelian seragam dan konsumsi selama persiapan dan hari pelaksanaan.
Tahun 2009, dana untuk paskibraka tercatat Rp 106 juta, sementara 2010 sebesar Rp 107 juta. "Dengan banyaknya dana yang dipakai untuk mereka, sudah selayaknya kegiatan itu melahirkan generasi yang bisa dibanggakan masyarakat," ujar Sarmiyati (30), warga Trirenggo, Bantul, Selasa (17/8).
Saat pengukuhan pasukan paskibraka, Senin lalu, Bupati Bantul Sri Suryawidati mengingatkan agar mereka menjadi generasi yang berprestasi, berdedikasi, berkepribadian, dan bertakwa.
"Kami sangat bangga dengan prestasi kalian, semoga apa yang kalian lakukan dapat meneruskan cita-cita perjuangan para pahlawan bangsa," katanya.
Kepala Kantor Pemuda dan Olahraga Bantul Edybowo Nurcahyo mengatakan, anggota paskibraka terpilih sejak Juli. Selama di asrama, para peserta mendapatkan materi ideologi Pancasila, ideologi kepemimpinan, serta peranan ideologi Islam dalam penegakkan Negara Kesatuan Indonesia. (ENY)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang