Pengurangan hukuman

Remisi Napi Teroris di LP Nusakambangan Belum Ditetapkan

Kompas.com - 18/08/2010, 17:16 WIB

Banyumas, Kompas - Sebanyak 17 narapidana kasus terorisme di beberapa Lembaga Pemasyarakatan, Pulau Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, belum menerima keputusan remisi atau potongan masa hukuman, seperti yang diumumkan pada upacara peringatan Kemerdekaan RI, Selasa (17/8). Dua narapidana itu mendekam di LP Kembangkuning, empat narapidana di LP Permisan, dan 11 narapidana mendekam di LP Kelas I Batu.

Sementara, tiga narapidana teroris yang dijatuhi hukuman mati dan seumur hidup tidak diberikan remisi. Mereka adalah Subur Sugiyarto yang dijatuhi hukuman seumur hidup, serta Iwan Darmawan Mutho alias Muhamad Rois dan Ahmad Hasan yang dijatuhi hukuman mati. Ketiganya mendekam di LP Kelas I Batu.

Kepala LP Kelas I Batu, Asminan Mirza Zulkarnaen, mengatakan, pihaknya memang sampai saat ini belum menerima surat keputusan dari pemerintah pusat terkait remisi bagi para narapidana kasus terorisme.

"Makanya, kami pun belum tahu para narapidana ini akan memperoleh remisi atau tidak. Kami masih menunggu," ujarnya. Namun tiga narapidana teroris yang dijatuhi hukuman mati dan seumur hidup memang tak diusulkan memperoleh remisi.

Di LP Kelas IIA Magelang, sebanyak 256 narapidana mendapatkan. Dengan pengurangan masa tahanan tersebut, 19 narapidana langsung dinyatakan bebas. Mereka yang dinyatakan bebas, juga mendapatkan bantuan uang transportasi dari Pemkot Magelang. "Masing-masing dari mereka mendapatkan Rp 100.000 per orang," ujar Kepala LP Kelas IIA Magelang Toga Effendi.

Di LP Kelas IIB Tegal, sebanyak 120 narapidana mendapatkan remisi, Selasa (17/8). Di LP Kedungpane Semarang, terdapat 454 napi yang diberikan remisi, termasuk tiga teroris dan empat koruptor. Pelaku korupsi yang diberi remisi itu antara lain mantan Bupati Kendal Hendy Boedoro, yang ditahan sejak Desember 2006 dengan hukuman 7 tahun karena menyimpangkan dana APBD Kendal sebesar Rp 13,121 miliar. (mdn/wie/egi/ilo)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau