JAKARTA, KOMPAS.com — Adanya usulan untuk memperpanjang masa jabatan presiden mencederai demokrasi. Apalagi jika usulan itu direalisasikan, maka siapa pun dia sudah berlaku zalim pada reformasi dan demokrasi yang sudah berjalan di negeri ini.
"Usulan Ruhut sungguh merupakan kemunduran dalam sejarah demokrasi kita," kata Wakil Ketua Komisi II Teguh Juwarno di Jakarta, Rabu (18/8/2010).
Jadi, menurut Teguh, bangsa ini sebetulnya bisa melihat langsung demokrasi seperti apa yang hendak dicapai Partai Demokrat sesungguhnya. "Usulan semacam ini sebetulnya tidak perlu terlalu ditanggapi dan hanya membuang energi saja. Apalagi, bangsa ini sesungguhnya tahu, usul ini kontraproduktif dengan demokrasi," ujar Teguh yang berasal dari Fraksi Partai Amanat Nasional.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang