Rp 236 miliar disiapkan

14 Bandara Baru Akan Dibangun

Kompas.com - 18/08/2010, 20:45 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Menghadapi semakin tingginya industri penerbangan nasional, pemerintah berencana untuk membangun 14 bandara baru di Indonesia.

Dana sebesar Rp 236 miliar pun disiapkan untuk memulai pembangunannya tahun depan melalui RAPBN 2011.

Menteri Perhubungan Freddy Numberi mengatakan, selain bertumbuhnya industri penerbangan, dalam waktu beberapa tahun lagi juga akan dilaksanakan liberalisasi penerbangan ASEAN.

"Sebanyak 14 bandara yang dibangun, sementara yang lainnya ditingkatkan kapasitasnya," kata Freddy di Jakarta, Rabu (18/8/2010).

Pada kesempatan lain, Kepala Pusat Komunikasi Kemenhub, Bambang Supriyadi Ervan menyebutkan, ke-14 bandara yang akan dibangun adalah Kuffar (Seram Timur), Bone, Enggano, Muara Bungo, Muara Teweh, Morowali, Saumlaki, Sinak Baru, Tojo Una Una, Tual Baru, Wagete Baru, Waisai (Raja Ampat), Namniwel dan Sumarorong.

Bandara-bandara tersebut, jelasnya, ada yang masuk dalam bandara perintis ada juga yang langsung masuk kategori internasional.

Menurutnya, tiga bandara yaitu di Enggano, Bone dan Waisai akan dibangun dengan ukuran runway 900x30 meter sehingga hanya bisa diterbangi pesawat kecil seukuran ATR 42 terbatas, DHAC7 atau Cassa.

Sedangkan sebelas lainnya bakal dibangun dengan luas landasan 1.400x30 meter dan bisa dilalui oleh pesawat sejenis Herkules atau ATR 72.

Disebutkannya, pembangunan bandara-bandara tersebut dilakukan untuk membantu meningkatkan transportasi bagi masyarakat di daerah.

"Untuk membantu meningkatkan pembangunan di daerah, terutama Indonesia timur," ujar Bambang.

Menurutnya, pemerintah mempersilakan pemda dan swasta untuk bekerjasama mengelolanya.

Bila pemerintah membangun air set yang terdiri dari runway dan navigasinya, maka pemda dan swasta bisa berinvestasi pada pengelolaan terminal bandaranya.

Sementara bandara lain yang telah ada juga bakal ditingkatkan. Lima bandara internasional yang akan ditingkatkan kapasitasnya adalah, Soekarno Hatta (Jakarta), Juanda (surabaya), Ngurah Rai (Denpasar), Polonia (Medan) dan Hasanuddin (Makassar).

Peningkatan lima bandara tersebut dilakukan untuk mempersiapkan Indonesia menghadapi kebijakan open sky atau penerbangan bebas di ASEAN.

"Seluruh dana yang disiapkan untuk pengembangan dan pembangunan bandara tersebut, mencapai Rp 646,24 miliar," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau