LONDON, KOMPAS.com - Penyerang Perancis, Nicolas Anelka, mengindikasikan dirinya pensiun dari tim nasional (timnas) semenjak dipulangkan dari Piala Dunia 2010 Afrika Selatan dan dengan begitu sanksi larangan tampil 18 kali yang dijatuhkan Federasi Sepak Bola Perancis (FFF) kepadanya tak berpengaruh apa-apa baginya.
"Bagiku, tim nasional Perancis adalah isu yang berakhir pada 19 Juni, ketika aku ditendang keluar dari pusat latihan di Knysna (markas timnas Perancis selama di Afrika Selatan)," ujarnya.
Pada Piala Dunia lalu, Anelka berselisih dengan pelatih (saat itu) Raymond Domenech. FFF kemudian memutuskan menariknya pulang, dalam keadaan Perancis masih memiliki jadwal satu pertandingan di babak penyisihan grup.
Menanggapi itu, pemain Perancis lainnya melakukan aksi mogok latihan. Aksi itu berujung pada kegagalan Perancis masuk fase grup, setelah kalah dari Afrika Selatan pada laga terakhit mereka itu.
Sejumlah kalangan sepak bola Perancis menilai peristiwa itu sebagai aib. Suksesor Domenech, Laurent Blanc bahkan memutuskan tak akan memasukkan pemain yang tampil di Afsel dalam rencana skuadnya, kecuali Franck Ribery, sampai jangka waktu tak tertentu.
FFF sendiri merasa perlu menyelidiki kasus ini. Mereka kemudian memanggil sejumlah pemain yang diduga berkaitan dengan rentetan kejadian memalukan di Afsel itu, yaitu Anelka, Ribery, Patrice Evra, Jeremy Toulalan, dan Eric Abidal.
FFF kemudian menyimpulkan Anelka, Ribery, Evra, dan Toulalan bersalah dan menjatuhkan sanksi, dengan masa hukuman berbeda dan Anelka yang paling panjang, yaitu 18 pertandingan. (SCN)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang