Sanksi FFF Tak Susahkan Anelka

Kompas.com - 19/08/2010, 03:18 WIB

LONDON, KOMPAS.com - Penyerang Perancis, Nicolas Anelka, mengindikasikan dirinya pensiun dari tim nasional (timnas) semenjak dipulangkan dari Piala Dunia 2010 Afrika Selatan dan dengan begitu sanksi larangan tampil 18 kali yang dijatuhkan Federasi Sepak Bola Perancis (FFF) kepadanya tak berpengaruh apa-apa baginya.

"Bagiku, tim nasional Perancis adalah isu yang berakhir pada 19 Juni, ketika aku ditendang keluar dari pusat latihan di Knysna (markas timnas Perancis selama di Afrika Selatan)," ujarnya.

Pada Piala Dunia lalu, Anelka berselisih dengan pelatih (saat itu) Raymond Domenech. FFF kemudian memutuskan menariknya pulang, dalam keadaan Perancis masih memiliki jadwal satu pertandingan di babak penyisihan grup.

Menanggapi itu, pemain Perancis lainnya melakukan aksi mogok latihan. Aksi itu berujung pada kegagalan Perancis masuk fase grup, setelah kalah dari Afrika Selatan pada laga terakhit mereka itu.

Sejumlah kalangan sepak bola Perancis menilai peristiwa itu sebagai aib. Suksesor Domenech, Laurent Blanc bahkan memutuskan tak akan memasukkan pemain yang tampil di Afsel dalam rencana skuadnya, kecuali Franck Ribery, sampai jangka waktu tak tertentu.

FFF sendiri merasa perlu menyelidiki kasus ini. Mereka kemudian memanggil sejumlah pemain yang diduga berkaitan dengan rentetan kejadian memalukan di Afsel itu, yaitu Anelka, Ribery, Patrice Evra, Jeremy Toulalan, dan Eric Abidal.

FFF kemudian menyimpulkan Anelka, Ribery, Evra, dan Toulalan bersalah dan menjatuhkan sanksi, dengan masa hukuman berbeda dan Anelka yang paling panjang, yaitu 18 pertandingan. (SCN)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau