Informasi yang diperoleh di lapangan, perampok menggunakan sepeda motor jenis bebek. ”Enam kendaraan diparkir di luar bank, sisanya berjaga-jaga di seberang jalan,” ujar pemilik ruko di Jalan Aksara yang tak bersedia disebutkan namanya.
”Saya tidak tahu itu perampokan, saya pikir nasabah biasa,” ujarnya.
Pakaian para perampok tergolong rapi, seperti pekerja kantoran. Beberapa orang membawa tas, layaknya seorang sales. Seorang di antaranya bahkan membawa tas gitar, seperti pemain musik. Tas gitar itu diperkirakan berisi senjata api.
Saksi lain, Taufik (35), mengatakan, perampok memakai helm dan bersepatu rapi. Mereka rata-rata berperawakan tinggi dan terkesan gagah.
Setelah memarkir sepeda motor, enam orang diperkirakan masuk ke dalam bank, sedangkan enam lainnya berjaga di halaman bank sambil mengacungkan senjata api ke arah jalan. Beberapa warga mengaku ketakutan dengan aksi mereka.
”Warga yang mau melintas pun memilih berhenti melihat banyak orang membawa senjata. Awalnya, saya kira mereka polisi,” kata Herwin (35), yang saat kejadian berada di bengkel, sekitar 20 meter dari Bank CIMB Niaga yang dirampok.
Saat masuk ke dalam bank, seorang yang mengenakan jaket hitam dan berhelm menembak Immanuel Simanjuntak, petugas kepolisian yang bertugas di sana. Sejumlah warga mengatakan bahwa mereka mendengar lebih dari dua kali suara letusan senjata api.
Perampokan bersenjata yang berlangsung sekitar 20 menit itu membuat pemilik toko dan karyawan toko di sekitar lokasi kejadian keluar akibat mendengar bunyi letusan.
Namun, perampok yang berada di luar bank, sambil tetap mengacungkan senjata, memaksa mereka yang berupaya melintasi jalan sekitar itu terus melaju. Sementara, nasabah yang hendak ke bank tetap diperbolehkan masuk. Setelah menggasak uang sekitar Rp 200 juta, perampok kabur dengan sepeda motornya.
Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara Inspektur Jenderal Oegroseno mengatakan, perampok tersebut sudah terlatih dan terkoordinasi. Itu bisa dilihat dari cara mereka merampok, termasuk menggunakan senjata api.
”Mereka mengobrak-abrik kantor dan memasuki semua lantai. Mereka sudah terlatih. Kalau menggunakan senjata api, biasanya mereka ini pelaku lama,” tutur Oegroseno.
Ia menyayangkan bagian depan kantor bank tidak dilengkapi circuit closed television (CCTV). ”Polisi segera membentuk tim khusus untuk mengejar pelaku,” kata Oegroseno.