JAKARTA, KOMPAS.com — Kasus perampokan toko emas di Pasar Bukit Duri, Jakarta Selatan, Depok, dan Bekasi diduga kuat saling terkait dan berafiliasi dengan kelompok teroris. Kasus perampokan di Tebet mulai terungkap dengan tertangkapnya empat pelaku.
"Kami menduga ada keterkaitan antara kasus (perampokan toko emas) yang satu dengan kasus lainnya. Tentu kami akan croscheck lagi. Pasti nanti akan ada fakta-fakta yang bisa mengaitkan itu semua," ucap Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Boy Rafli Amar, Rabu (18/8/2010) siang.
Dengan alasan masih mengembangkan pengejaran terhadap pelaku lain, Boy tidak menjelaskan identitas keempat perampok yang telah ditangkap.
Kriminolog UI, Muhamad Mustofa, yang dihubungi semalam membenarkan bahwa kelompok perampok yang satu dengan kelompok perampok lainnya punya cara kerja yang sama. Karena itu, bisa dipastikan dua kelompok tersebut saling terkait.
"Dari modus operandinya, jumlah pelakunya, alat senjata yang digunakannya, jika memang sama, maka bisa dikatakan terkait," ucap Mustofa.
Mustofa menilai tidak tertutup kemungkinan bahwa kelompok perampok yang katanya terkait dengan kasus perampokan toko emas di Depok dan Bekasi ini bukan sekadar kelompok kriminal biasa. Tapi lebih dari itu, mereka ini komplotan perampok yang diduga terlibat dalam jaringan teroris.
"Bisa saja mereka merupakan pasukan yang dikerahkan bertugas untuk mengumpulkan dana teroris dengan cara-cara merampok. Seperti yang dilakukan Imam Samudera, ternyata dia yang memimpin aksi perampokan untuk penggalangan dana teroris. Untuk memastikan itu, polisi harus bisa menangkap semua pelakunya sehingga bisa diurai keterlibatan setiap pelakunya," ucap Mustofa.
Boy menjelaskan, di antara kelompok perampok itu sudah ada koordinasi dalam memilih sasaran dan waktu operasi. Mereka kerap berkomunikasi satu sama lain.
"Namanya komunikasi, ya di antara siapa saja. Untuk memutus mata rantai kelompok ini, tentu kami harus menangkap semuanya lebih dulu," tuturnya.
Dugaan kuat adanya keterkaitan antara kasus perampokan toko emas di Tebet, Depok, dan Bekasi, dilihat dari modus operandi dan aksi perampokan. Kelompok perampok toko emas datang secara bergerombol dan membawa senjata api. Mereka datang seolah-olah akan berbelanja. Dalam aksinya kawanan perampok ini melepaskan tembakan untuk meneror para korban dan warga sekitar lokasi kejadian. (ded)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang