Misteri rekaman ade-ary

Polri Ditantang Buktikan CDR

Kompas.com - 19/08/2010, 12:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pengacara pimpinan KPK Bibit-Chandra, Bambang Widjojanto, mempertanyakan Kepolisian RI terkait call data record atau CDR percakapan Ade Raharja-Ary Muladi.

Ia sendiri meragukan bahwa catatan hubungan telepon yang dimiliki polisi merupakan percakapan antara Ade dan Ary. Bambang pun menantang polisi untuk menghadirkan bukti tersebut jika memang dimiliki.

"Saya khawatir, hanya klaim polisi bahwa itu nomor Ade dan Ary. Dalam CDR tidak pernah bisa ditemukan isi rekaman. Dalam sidang kemarin, jelas sekali bahwa jaksa memberi surat yang isinya bahwa pihak polisi tidak bisa serahkan CDR. Kalau ada buktinya (CDR), kasih dong," kata Bambang, Kamis (19/8/2010) di Gedung DPR, Jakarta.

Jika CDR itu ada, maka pihaknya siap melakukan cek silang bersama pihak kepolisian apakah klaim bahwa nomor yang terekam adalah nomor Ade Raharja bisa dikonfirmasi.

Bambang mengatakan, KPK sudah mengecek nomor tersebut sesaat setelah Kapolri dan Jaksa Agung mengungkapkan ada rekaman percakapan dalam rapat kerja Komisi III. "Apa betul orang yang dimaksud yang punya nomor telepon itu? Bisa saja ada orang yang mendaftarkan atas nama yang bersangkutan. Nomor-nomor itu sudah langsung dicek dan bersih. Pertanyaannya, itu nomor siapa?" ujar calon pimpinan KPK ini.

Selain itu, Ade juga memiliki alibi mengenai keberadaan dia saat percakapan itu terjadi. Pasalnya, CDR tersebut juga menunjukkan posisi tiap-tiap orang saat melakukan percakapan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau