SURABAYA,KOMPAS.com- Menjelang Lebaran, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelar pasar murah di delapan titik. Dalam pasar murah ini, 40.000 paket murah kebutuhan pokok akan dibagikan kepada kaum miskin. Namun, bagi sebagian anggota DPRD Jatim kegiatan ini hanyalah isapan jempol belaka, karena hanya menyentuh sebagian kecil masyarakat miskin.
Anggota Komisi E DPRD Jatim dari Partai Hanura, Kuswanto, mengatakan, program penyediaan paket murah kebutuhan pokok hanya menyentuh sebagian kecil penduduk miskin di Jatim.
"Dengan jumlah 40.000 paket yang disediakan, ini hanyalah lip service belaka," kata Kuswanto, Kamis (19/8/2010), di sela rapat dengar pendapat antara Komisi E DPRD Jatim dengan Biro Administrasi Kesejahteraan Masyarakat Sekretariat Daerah Provinsi Jatim di Gedung DPRD Jatim, Surabaya.
Anggota Komisi E DPRD Jatim Erwin Budiyoto mengungkapkan, selama ini tolok ukur masyarakat miskin Jatim belum jelas. Menurutnya, data kemiskinan di Jatim berbeda-beda. Gubernur Jatim Soekarwo pernah mengatakan jumlah masyarakat miskin di Jatim tahun 2009 lalu mencapai 6.022.590 jiwa atau sekitar 16,1 persen dari total jumlah penduduk Jatim saat itu.
Kalau tahun ini jumlah penduduk di Jatim turun menjadi 5.529.300 jiwa, pemberian paket kebutuhan pokok murah 40.000 paket itu berarti hanya menjangkau 8,1 persen.
Keterbatasan dana
Menanggapi hal ini, Kepala Biro Administrasi Kesejahteraan Masyarakat Sekretariat Daerah Provinsi Jatim Saiful Rachman mengatakan, karena terkendala keterbatasan dana, program pasar murah baru bisa ditujukan pada sebagian kecil masyarakat miskin di Jatim. "Meski baru sebagian kecil, kami berharap program ini tepat sasaran," paparnya.
Rencananya, pasar murah akan digelar di delapan titik, yaitu Surabaya (dua titik), Madiun, Trenggalek, Bojonegoro, Situbondo, Jombang, dan Pamekasan. Di delapan titik itu disediakan 40.000 paket kebutuhan pokok senilai Rp 85.000 per paket.
Menurut Saiful, Pemprov Jatim akan membagikan 40.000 kupon paket pada kaum miskin di delapan titik tersebut. Karena itu, hanya 40.000 orang miskin yang dapat membeli paket tersebut dengan harga masing-masing paket Rp 15.000.
"Setiap paket berisi beras lima kilogram, minyak goreng satu liter, gula dua kilogram, mi instant 10 bungkus, dan kecap 600 milli liter. Kami juga memberikan 500 paket kebutuhan pokok gratis untuk panti asuhan," tambah Saiful.
Penyelenggaraan pasar murah di delapan titik ini menghabiskan anggaran sekitar Rp 2,8 miliar. Paket-paket kebutuhan pokok itu ditujukan pada masyarakat miskin, khususnya yang berkategori sangat miskin.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang