Dishub Riau Ingatkan Maskapai

Kompas.com - 19/08/2010, 17:00 WIB

PEKANBARU, KOMPAS.com - Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Riau mengingatkan maskapai untuk melaksanakan standarisasi pelayanan dan keselamatan penumpang pesawat udara menyusul terjadinya insiden Wings Air. "Kita segera memberi peringatan kepada semua perusahaan maskapai yang beroperasi di Riau agar benar-benar menjalankan aturan yang telah ditetapkan, terutama mengenai pelayanan dan keselamatan penumpang," ujar Kepala Dishub Provinsi Riau, Ruslaini Rahman, di Pekanbaru, Kamis (19/8/2010).

Pada Rabu (18/8/2010), pesawat Wings Air yang ditumpangi Gubernur Riau, Rusli Zainal beserta rombongan dan penumpang lain yang berjumlah 53 orang terpaksa kembali ke Bandara Sultan Syarif Kasim II (return to base) setelah sempat mengudara.

Pihak Lion Air selaku induk perusahaan Wings Air menyatakan, pesawat jenis ATR 72-500 dengan nomor penerbangan JT 1292 rute Pekanbaru-Batam yang lepas landas pukul 14.35 WIB kembali mendarat setelah 15 menit mengudara karena pilot menemukan kerusakan instrumen pada mesin pesawat sebelah kiri.

Meski tidak ada korban jiwa dalam insiden itu, menurut Ruslani, sebagian besar penumpang termasuk Gubernur Riau komplain ke pihak Wings Air karena dinilai tidak profesional memberikan layanan.

Penumpang yang trauma karena merasakan suasana mencekam ketika mengetahui mesin baling-baling bagian kiri pesawat yang tidak berputar ketika lepas landas itu, terkesan tidak diperdulikan pihak manajemen maskapai usai pesawat mendarat.

Padahal sedikitnya ada dua aturan yang harus dipatuhi Wings Air yakni Undang-undang Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan peraturan Menteri Perhubungan KM 25 tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Angkutan Udara.

"Mereka yang jadi penumpang hanya didiamkan saja termasuk gubernur tanpa kepastian yang jelas kapan pesawat akan diterbangkan kembali, sedangkan bagi mereka yang menolak untuk diterbangkan tidak diberikan kompensasi apa pun," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau