KOMPAS.com - Team principal McLaren Martin Whitmarsh menegaskan, timnya harus lebih kreatif lagi untuk mengembangkan mobilnya, jika ingin menjadi juara dunia Formula 1 (F1) 2010. Jika tidak, maka harapan untuk mengejar Red Bull Racing, yang kini memuncaki klasemen, bakal pupus.
Hampir sepanjang paruh pertama F1 musim ini, McLaren selalu memimpin, karena kecepatan mobilnya nyaris tak tertandingi, berkat penggunaan F-duct. Tetapi, mereka sekarang justru tak berdaya menghadapi Red Bull dan Ferrari, yang melakukan inovasi F-duct.
Malah sekarang, tim yang bermarkas di Woking tersebut tergeser ke peringkat dua konstruktor karena digeser Red Bull. Hasil GP Hungaria pada 1 Agustus lalu, yang membuat McLaren harus rela posisinya diambilalih "si Banteng", meskipun mereka hanya terpaut delapan poin.
Karena itu, Whitmarsh menegaskan bahwa McLaren harus segera bangkit. Pengembangan diffuser harus secepatnya dilakukan, dan tak boleh "asal-asalan".
"Kami tidak menunda proyek diffuser, tetapi kami berharap bisa menginvestasi sesuatu yang baru," ujar Whitmarsh kepada majalah Autosprint.
Dia juga berharap, Federasi Otomotif Internasional (FIA) segera memberi kejelasan tentang kontroversi sayap depan, yang terjadi pada Red Bull dan Ferrari. Sebab menurutnya, jika tes sayap depan di GP Belgia nanti lolos, maka McLaren bisa lebih kreatif untuk melakukan pengembangan.
"FIA perlu segera membuat kejelasan tentang wilayah ini," ujar Whitmarsh tentang sayap depan itu. "Jika tidak ada klarifikasi, kami juga akan menjadi sangat kreatif untuk membuat hal baru."
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang