Dua Anggota Oposisi Kaus Merah Diadili

Kompas.com - 19/08/2010, 18:42 WIB

BANGKOK, KOMPAS.com — Dua anggota parlemen dari kelompok oposisi di Thailand tampil di pengadilan pada Kamis (19/8/2010) atas tuduhan terorisme. Hal itu sehubungan dengan unjuk rasa mematikan Kaus Merah pada awal tahun ini.

Namun, pengadilan itu membolehkan Jatuporn Prompan dan Karun Hosakul—keduanya anggota Partai Puea Thai, yang bebas dengan jaminan—menunda pengajuan permohonan mereka sampai masa sidang parlemen selesai.

"Pengadilan itu telah memungkinkan saya memberikan kesaksian setelah masa sidang parlemen," kata Jatuporn kepada wartawan.

Masa sidang parlemen saat ini dimulai pada awal Agustus dan berlangsung sekitar empat bulan.

Tujuh belas pemimpin lain dalam unjuk rasa menentang pemerintah itu, yang tidak memiliki kekebalan parlemen, Senin, menyatakan tidak bersalah terhadap tuduhan terorisme dan akan diadili.

Banyak dari pemimpin Kaus Merah, yang semua membantah tuduhan itu di pengadilan pidana Bangkok, telah ditahan hampir tiga bulan.

Pengadilan itu setuju melanjutkan persidangan dan menetapkan tanggal 27 September sebagai waktu bagi kedua pihak untuk memberikan bukti sebelum pemeriksaan dimulai.

Jaksa pada pekan lalu sepakat mengajukan perkara itu ke pengadilan setelah Badan Penyelidikan Khusus menyimpulkan hasil kerjaannya dengan menyatakan bahwa 19 orang bersalah atas tindakan terorisme.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau