KALIANDA, KOMPAS.com - Jalan lintas timur Sumatera masih cukup berbahaya untuk dilewati kendaraan. Di beberapa ruas jalan minim pembatas jalan dan lampu penerangan.
Salah satu titik di jalintim yang berbahaya dilewati kendaraan antara lain di KM 89/90 Desa Hatta, Bakauheni. Di lokasi bekas jalan amblas ini kini dibangun sebuah jembatan dan jalan darurat.
Jalan darurat selebar 8-10 meter ini berupa agregat, campuran batu dan tanah padat. Sementara, pembatas jalannya hanya menggunakan material seadanya, yaitu batang-batang kelapa. Padahal, di pinggirnya persis terdapat jurang yang dalamnya mencapai 35-40 meter.
Dalam keadaan hujan deras atau jalanan becek, kondisi ini sangat membahayakan pengguna jalan yang melalui jalur utama di Sumatera ini. Apalagi, di sini juga sangat minim penerangan. Hanya terdapat dua lampu sorot yang kemampuan penerangannya sangat terbatas.
Saat dikonfirmasi mengenai hal ini, Sekretaris Bina Marga Provinsi Lampung, Ahmad Lianurzen, Kamis (19/8/2010) mengatakan, jalan darurat akan diupayakan dapat diaspal sebelum H-10 Lebaran nanti.
"Tadinya mau dibuat tiga lajur. Tetapi, ini tidak jadi. Hanya dua, sebuah jalan darurat dan jembatan darurat. Tetapi, jalan ini akan diaspal," ungkapnya.
Pihaknya juga telah mengajukan ke Dinas Perhubungan Provinsi Lampung terkait permintaan bantuan pembatas dan marka jalan, serta lampu lalu lintas tenaga surya.
Titik lainnya yang cukup berbahaya adalah di turunan sebelum Tarahan. Di sini terdapat turunan yang sangat curam dan berbelok. Namun, marka jalan dan penerangan di titik ini cukup memadai.
Hal ini berbeda dengan di by pass Soekarno Hatta. Di jalan yang kini kerusakannya cukup parah ini, penerangan dan rambu jalan masih minim. Padahal, banyak lubang-lubang besar dan tikungan yang cukup berbahaya dilewati di malam hari.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang