Jalintim Masih Berbahaya Dilewati

Kompas.com - 19/08/2010, 19:39 WIB

KALIANDA, KOMPAS.com - Jalan lintas timur Sumatera masih cukup berbahaya untuk dilewati kendaraan. Di beberapa ruas jalan minim pembatas jalan dan lampu penerangan.

Salah satu titik di jalintim yang berbahaya dilewati kendaraan antara lain di KM 89/90 Desa Hatta, Bakauheni. Di lokasi bekas jalan amblas ini kini dibangun sebuah jembatan dan jalan darurat.

Jalan darurat selebar 8-10 meter ini berupa agregat, campuran batu dan tanah padat. Sementara, pembatas jalannya hanya menggunakan material seadanya, yaitu batang-batang kelapa. Padahal, di pinggirnya persis terdapat jurang yang dalamnya mencapai 35-40 meter.

Dalam keadaan hujan deras atau jalanan becek, kondisi ini sangat membahayakan pengguna jalan yang melalui jalur utama di Sumatera ini. Apalagi, di sini juga sangat minim penerangan. Hanya terdapat dua lampu sorot yang kemampuan penerangannya sangat terbatas.

Saat dikonfirmasi mengenai hal ini, Sekretaris Bina Marga Provinsi Lampung, Ahmad Lianurzen, Kamis (19/8/2010) mengatakan, jalan darurat akan diupayakan dapat diaspal sebelum H-10 Lebaran nanti.

"Tadinya mau dibuat tiga lajur. Tetapi, ini tidak jadi. Hanya dua, sebuah jalan darurat dan jembatan darurat. Tetapi, jalan ini akan diaspal," ungkapnya.

Pihaknya juga telah mengajukan ke Dinas Perhubungan Provinsi Lampung terkait permintaan bantuan pembatas dan marka jalan, serta lampu lalu lintas tenaga surya.

Titik lainnya yang cukup berbahaya adalah di turunan sebelum Tarahan. Di sini terdapat turunan yang sangat curam dan berbelok. Namun, marka jalan dan penerangan di titik ini cukup memadai.

Hal ini berbeda dengan di by pass Soekarno Hatta. Di jalan yang kini kerusakannya cukup parah ini, penerangan dan rambu jalan masih minim. Padahal, banyak lubang-lubang besar dan tikungan yang cukup berbahaya dilewati di malam hari.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau