Orang Gila Lukai 8 Turis dan Warga Kuta

Kompas.com - 19/08/2010, 21:13 WIB

KUTA, KOMPAS.com — Sedikitnya 8 wisatawan dan warga kawasan Poppies 1 Kuta terluka parah akibat terkena tebasan pisau salah seorang warga yang mengamuk lantaran menderita gangguan jiwa. Saat ini para korban tengah mendapat perawatan di sejumlah rumah sakit terdekat untuk mendapat pertolongan medis.

"Kejadian jam 19.30, lagi posisi ramai dan dia menebas orang-orang yang ada di sekitar situ," ujar AKP Wimboko, Kapolsek Kuta, di Rumah Sakit Graha Asih kepada Kompas.com beberapa saat lalu.

Tersangka Putu Eka, yang merupakan anak pemilik Hotel Kuta Puri, diketahui telah mengidap gangguan jiwa sejak tahun lalu. "Tersangka pada dasarnya sudah mengalami gangguan jiwa dan tengah mendapat perawatan dokter," jelas Wimboko.

Rata-rata korban mengalami luka tebas di bagian kepala, leher, dan tangan. Sebagian di antara mereka dalam kondisi kritis. Tidak ada wisatawan asing yang menjadi korban dan hanya wisatawan lokal dan warga sekitar yang saat kejadian tengah berada di depan Hotel Kuta Puri, Gang Poppies I, lokasi terjadinya penebasan massal ini.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau