JAKARTA, KOMPAS.com - Aparat Satuan Polisi Pamong Praja Jakarta bersemangat sekali memburu para gelandangan dan pengemis. Mereka yang sedang tidur-tiduran di trotoar pun dikejar-kejar.
Akibatnya, ada di antara mereka saat dirazia di Jalan Veteran I, Gambir, Jakarta Pusat langsung berlarian, bahkan ada yang nekad melompat ke kali.
"Ayo-ayo, ikut ke mobil. Jangan pura-pura telepon, kamu!" teriak petugas seraya menarik tangan seorang pengemis yang tengah berpura-pura telepon di telepon umum terbuka yang terpasang di dinding sebuah hotel, Jumat (20/8/2010) pukul 00.00.
Diperlakukan seperti itu, orang yang belakangan diketahui bernama Heri tidak terima. Ia mengaku bukan pemulung. Tapi, karena penampilannya tidak mendukung, lelaki itu tetap saja digelandang petugas ke mobil kerangkeng.
Tidak jauh dari situ, beberapa petugas menyorotkan senter ke Kali Ciliwung, di tiga tempat terpisah tampak tiga lelaki yang tengah berada di dalam kali. Tubuhnya basah kuyup tidak terkecuali kepalanya. Tampaknya, lelaki tersebut sengaja melompat ke dalam kali saat melihat kemunculan petugas.
"Saya bukan gembel-gembel itu, pak! Saya lagi cari lindung (belut)," elak lelaki tersebut saat diminta petugas untuk naik ke atas.
Karena lelaki tersebut tidak juga mau naik, petugas meninggalkannya. Saat itu tubuh ketiga lelaki itu sudah kedinginan. "Ayo, kita tinggalkan saja," kata Bernard Oktavianus Pasaribu, Kepala Seksi Operasi Satpol PP Jakarta Pusat.
Ia mengatakan, operasi itu dilakukan untuk meminimalisir tindak kejahatan di bulan Ramadhan. Sebab, saat ini sudah banyak gelandangan dan pengemis yang masuk Ibukota. Operasi yang melibatkan 100 personil Satpol PP Jakpus itu dimulai dengan apel di Kantor Walikota Jl Tanahabang I, Petojo Selatan, Gambir, Jakarta.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang