Ketimpangan

Aparat Semangat Buru Gelandangan Ibukota

Kompas.com - 20/08/2010, 01:59 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Aparat Satuan Polisi Pamong Praja Jakarta bersemangat sekali memburu para gelandangan dan pengemis. Mereka yang sedang tidur-tiduran di trotoar pun dikejar-kejar.

Akibatnya, ada di antara mereka saat dirazia di Jalan Veteran I, Gambir, Jakarta Pusat langsung berlarian, bahkan ada yang nekad melompat ke kali.

"Ayo-ayo, ikut ke mobil. Jangan pura-pura telepon, kamu!" teriak petugas seraya menarik tangan seorang pengemis yang tengah berpura-pura telepon di telepon umum terbuka yang terpasang di dinding sebuah hotel, Jumat (20/8/2010) pukul 00.00.

Diperlakukan seperti itu, orang yang belakangan diketahui bernama Heri tidak terima. Ia mengaku bukan pemulung. Tapi, karena penampilannya tidak mendukung, lelaki itu tetap saja digelandang petugas ke mobil kerangkeng.

Tidak jauh dari situ, beberapa petugas menyorotkan senter ke Kali Ciliwung, di tiga tempat terpisah tampak tiga lelaki yang tengah berada di dalam kali. Tubuhnya basah kuyup tidak terkecuali kepalanya. Tampaknya, lelaki tersebut sengaja melompat ke dalam kali saat melihat kemunculan petugas.

"Saya bukan gembel-gembel itu, pak! Saya lagi cari lindung (belut)," elak lelaki tersebut saat diminta petugas untuk naik ke atas.

Karena lelaki tersebut tidak juga mau naik, petugas meninggalkannya. Saat itu tubuh ketiga lelaki itu sudah kedinginan. "Ayo, kita tinggalkan saja," kata Bernard Oktavianus Pasaribu, Kepala Seksi Operasi Satpol PP Jakarta Pusat.

Ia mengatakan, operasi itu dilakukan untuk meminimalisir tindak kejahatan di bulan Ramadhan. Sebab, saat ini sudah banyak gelandangan dan pengemis yang masuk Ibukota. Operasi yang melibatkan 100 personil Satpol PP Jakpus itu dimulai dengan apel di Kantor Walikota Jl Tanahabang I, Petojo Selatan, Gambir, Jakarta.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau