Sam Bimbo: Kang Ibing Sering Khotbah

Kompas.com - 20/08/2010, 02:50 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com — Kepergian Raden Aang Kusmayatna Kusumadinata atau akrab disapa Kang Ibing (64) membuat kaget banyak pihak. Sejak mundur dari dunia perfilman, "Kang Kabayan" itu aktif dalam kegiatan religius. Bahkan, ia termasuk salah satu dai kondang di Jawa Barat.

Personel grup musik Bimbo, Sam Bimbo, menilai, Kang Ibing seorang pekerja keras. Di akhir hayatnya, Kang Ibing aktif di masjid. "Jadwal panggilan dia berkhotbah tak pernah lowong. Kita kehilangan seniman Sunda yang dikenal pekerja keras," tandas Sam, Jumat (20/8/2010) dini hari.

Sementara Ketua Badan Musyawarah (Bamus) Masyarakat Sunda, Memet Hamdan, yang hadir di Rumah Sakit Al Islam mengatakan, Ibing memiliki talenta kesenian yang luar biasa. Apalagi terakhir dia aktif sebagai dai. Ini membuat Ibing di mata Memet sebagai sosok yang paripurna.

"Kita kehilangan sosok besar kebanggaan urang Sunda. Kang Ibing orang yang luar biasa," ujar Memet.

"Kang Kabayan" meninggalkan seorang istri dan tiga anak. Nieke Wahyuningsih, istri almarhum, terlihat tak kuasa menyembunyikan kesedihannya. Kelopak mata wanita berkulit putih ini terus meneteskan air mata.

Ketiga anak almarhum, Dikdik Kusmadinata, Mega Kusmayadi, dan Diane Fatmawati, juga terlihat larut dalam duka saat mendampingi jenazah di kamar mayat RS Al Islam semalam.

Aktor kocak itu mengembuskan napas terakhir dalam perjalanan ke RS Al Islam Bandung, Kamis (19/8/2010) sekitar pukul 20.30 WIB.

Beberapa menit sebelumnya, Kang Ibing sempat terjatuh saat hendak turun dari mobil di depan rumahnya di Jalan Kencana Wangi No 70, Kompleks Pandanwangi, Ciwastra, Bandung. (San)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau