Indonesia and A Legal Case against Malaysia

Kompas.com - 20/08/2010, 09:02 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - The recent sea border incident with  Malaysia and the way in which the government handled it continues to draw strong public reactions in esssence calling for  more resolute actions to settle the pending boundary issue. A spokesperson for the Indonesia Democracy Party-Struggle (PDIP) said Indonesia’s borders had  been violated repeatedly by foreign parties because the government had never been assertive on where those borders were located.

"Until now, there is no clarity about where exactly our borders lie , especially those with Malaysia, and thus, we cannot settle perceived border violations through  legal processes," PDIP executive Puan Maharani said in Tanjungpinang, Riau Islands province, on Thursday.      She made the statement after attending the installation of Riau Islands’ newly-elected governor and vice governor.      "How can we have a legal case against Malaysia if it is not clear where our common border actually lies," she said, adding  it was therefore the government’s duty to define the country’s territorial boundaries.       With the exact location of the sea border with Malaysia yet to be clearly determined, it was also not possible to sue Malaysia legally for arresting the three Indonesian fisheries officers who had  caught Malaysian fishermen in the alleged act of poaching in Indonesian waters near Bintan Island, Puan said.     "So , once again,  PDIP hopes the government will be more assertive about the demarcation of Indonesian waters," she said.      Former Indonesian Navy chief of staff Admiral I Tedjo Edhi Purdijatno also said the exact location of Indonesia’s border with Malaysia was still unclear as it had yet to be agreed on with the neighboring country.      "What we already have is an agreement on our border with Singapore but we still have to make one with Malaysia and I hope we can do this soon," he said.     A speedy settlement with Malaysia on the border issue was necessary to prevent further disputes in the field, the former navy chief said.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau