Isu skandal cinta menteri esdm

Max: Darwin Tak Mungkin Mundur

Kompas.com - 20/08/2010, 12:09 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Setelah rumor soal skandal asmara Darwin Zahedy Saleh dengan sekretaris pribadinya merebak, Menteri ESDM itu dikabarkan sudah mengajukan surat pengunduran diri dari jabatannya kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Surat tersebut kabarnya diajukan awal Agustus lalu.

Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat Max Sopacua mengatakan, Darwin tak mungkin mundur dari jabatan hanya karena rumor yang beredar. "Kami belum dengar sama sekali. Saya pikir, tidak ada hal yang membuat Pak Darwin mengajukan pengunduran diri. Tidak ada budaya (mundur) seperti itu," kata Max, Jumat (20/8/2010), saat dihubungi Kompas.com.

Menurut Max, sosok Darwin yang dia kenal tidak mungkin meninggalkan masa jabatan sebelum berakhir. "Kami berpendapat, beliau orang yang punya komitmen. Baik-buruk, pasti patuh dengan komitmennya, dan mundur bukan solusi. Saya pikir tidak akan dilakukan Pak Darwin," ujarnya.

Max menduga, rumor yang diembuskan oleh pihak yang ingin menjatuhkan Darwin dan mendiskreditkan Partai Demokrat. "Mungkin ada yang sengaja mengembuskan untuk menjatuhkan Pak Darwin dan Demokrat. Dengan posisi seperti sekarang, Demokrat selalu jadi sasaran tembak," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau