Seurieus Tanpa Vokalis Berambut Palsu

Kompas.com - 20/08/2010, 13:13 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com -- Kehilangan vokalis, Dian Dipa Chandra atau Candil, dan pemain keyboard Ezard Juliando atau Ezy, tidak membuat grup Seurieus dari Bandung bubar. Mereka sekarang sedang giat mengenalkan formasi mutakhir mereka dengan vokalis baru, Deni "Boim" Iskandar, yang tak mengenakan rambut palsu seperti Candil.

Pada bulan Ramadhan dan Idul Fitri kali ini, Seurieus merilis single baru, "Lebaran Kita". "Ini bukan single Ramadhan, cuma mau memperkenalkan vokalis baru aja," terang Dinar "Deenar" Hidayat, gitaris Seurieus, ketika diwawancara mengenai lagu tersebut, di Jakarta, Kamis (19/8/2010).

Seurieus kini terdiri dari Deenar, Ramah "Koko" Handoko (gitar), Mulki Nazmulhakim (bas), Erwin "Hayam" Yulista (drum), dan Boim. Boim mengaku tidak pernah merasa minder sebagai vokalis baru mengingat Candil begitu identik dengan band itu. "Enggak perlu minder kok, PD (percaya diri) aja. Awalnya memang jiper (takut), tapi saya pikir ini dijadikan motivasi aja buat saya," ungkap Boim.

Menurut Boim, kesulitan yang paling besar baginya adalah ketika pertama kali berada di panggung bersama Seurieus dan beradaptasi dengan kehidupan yang sekarang. "Pertama kali manggung, saya masih suka pakai suara melengking-lengking, ya kebawa suasana lama lah," ceritanya.

Namun, Seurieus yakin, formasi mutakhir bisa membuat mereka lebih maju dari Seurieus yang lama. "Kami memang sekarang beda. Si Boim jenis suaranya aja beda sama yang lama," kata Koko, yang juga gitaris Seurieus. "Rambutnya juga beda, yang ini asli," canda Koko sambil menarik rambut Boim. (M10-10)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau