JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa menegaskan, kementerian sudah berulang kali melayangkan nota protes kepada Malaysia mengenai wilayah perbatasan.
Terakhir, terkait penahanan empat petugas Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) di perbatasan perairan Indonesia-Malaysia di kawasan Kepulauan Riau. Namun, lanjutnya, belum ada sama sekali tanggapan resmi dari Pemerintah Malaysia.
"Kita belum menerima respons secara resmi," ungkapnya seusai mengikuti acara buka bersama di Istana Negara, Jumat (20/8/2010). Namun, Marty mengaku sudah mendengar jawaban lisan Menlu Malaysia yang disampaikan di depan peringatan HUT Kemerdekaan ke-65 RI di Kedubes RI di Malaysia.
Seperti yang didengarnya dari Dubes RI untuk Malaysia Da'i Bachtiar, Malaysia tetap berkomitmen dalam persahabatan dengan Indonesia. Meski belum memperoleh jawaban resmi, Marty tak ragu karena, menurutnya, Indonesia sudah berperan aktif mengirimkan protes sebagai tanda "tidak terima" akan masalah di perbatasan kedua negara.
Selain itu, pada September atau Oktober mendatang, lanjutnya, akan digelar Komisi Bersama Menteri antara Indonesia dan Malaysia untuk membahas masalah ini. "Dengan adanya masalah ini, tentu rencana pertemuan ini memperoleh porsi yang lebih," tambahnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang