Jakarta, Jumat -
”Beberapa jam menjelang keberangkatan, Sony menyatakan sakitnya belum hilang. Dia merasa tidak sanggup bertanding dan kami batalkan keberangkatannya,” kata Wakil Ketua Umum II PB PBSI I Made Gusti Oka, Jumat (20/8) di Jakarta.
Sehari sebelumnya, pelatih tunggal putra Agus Dwi juga sempat mengkhawatirkan kondisi Sony. Ia juga mengungkapkan kepesimistisannya kalau Sony bisa berangkat. Namun, dia masih ingin melihat segala kemungkinan sampai hari Jumat.
”Dia mengeluh sakit seperti yang dia alami di Piala Thomas bulan Mei lalu. Saya sendiri tidak ingin Sony memaksakan diri untuk berangkat. Buat apa berangkat kalau akhirnya tidak bisa main maksimal,” kata Agus.
Pada kejuaraan dunia, Sony ditempatkan sebagai pemain unggulan keenam. Dari hasil undian, dia berada di grup bawah dan dijadwalkan melawan pemain Israel, Misha Zilberman. Dengan mundurnya Sony, Zilberman melaju ke babak kedua menunggu pemenang antara pemain Perancis dan Belanda.
Absennya Sony mengurangi wakil Indonesia di tunggal putra. Kini ”Merah Putih” mengandalkan Simon Santoso dan pemain nonpelatnas Taufik Hidayat.
Dibanding Taufik, Simon memiliki peluang yang lebih besar. Dari hasil undian, Simon bergabung di grup bawah dan terhindar dari pemain-pemain top dunia seperti Lee Chong Wei, Bao Chunlai, Lin Dan, Kenichi Tago, dan Park Sung Hwan.
Simon juga punya modal kepercayaan diri yang cukup bagus setelah tampil sebagai juara di turnamen Grand Prix Gold di Taiwan pekan lalu.
Selain di tunggal putra, Indonesia juga memiliki wakil di nomor tunggal putri, ganda putra, dan ganda campuran. Indonesia tidak punya wakil di ganda putri karena peringkat pasangan baru pelatnas masih rendah.
Di tunggal putri, Adriyanti Firdasari dan Maria Febe Kusmastuti menjadi andalan. Sementara di ganda putra ada pasangan Rian Sukmawan/Yonatan Dasuki serta dua pasangan pemain nonpelatnas, Markis Kido/Hendra Setiawan dan Alvent Yulianto/Hendra AG.
Sementara di ganda campuran, Indonesia punya tiga wakil, yakni pasangan pemain pelatnas Nova Widianto/Liliyana Natsir dan Fran Kurniawan/Pia Zebadiah serta pasangan nonpelatnas Hendra AG/Vita Marissa.
Pelatih ganda campuran Richard Mainaky masih optimistis dengan peluang pasangan Nova/Liliyana. Bagi mereka, kejuaraan dunia ini yang terakhir karena Nova akan mundur dari pelatnas akhir tahun ini.