Bulu tangkis

Sony Absen di Kejuaraan Dunia

Kompas.com - 21/08/2010, 04:18 WIB

Jakarta, Jumat - Pemain tunggal putra Sony Dwi Kuncoro dipastikan absen di Kejuaraan Dunia di Paris, Perancis, tanggal 23-29 Agustus ini. Sony tidak diberangkatkan menyusul kambuhnya cedera punggung yang pernah dideritanya.

”Beberapa jam menjelang keberangkatan, Sony menyatakan sakitnya belum hilang. Dia merasa tidak sanggup bertanding dan kami batalkan keberangkatannya,” kata Wakil Ketua Umum II PB PBSI I Made Gusti Oka, Jumat (20/8) di Jakarta.

Sehari sebelumnya, pelatih tunggal putra Agus Dwi juga sempat mengkhawatirkan kondisi Sony. Ia juga mengungkapkan kepesimistisannya kalau Sony bisa berangkat. Namun, dia masih ingin melihat segala kemungkinan sampai hari Jumat.

”Dia mengeluh sakit seperti yang dia alami di Piala Thomas bulan Mei lalu. Saya sendiri tidak ingin Sony memaksakan diri untuk berangkat. Buat apa berangkat kalau akhirnya tidak bisa main maksimal,” kata Agus.

Pada kejuaraan dunia, Sony ditempatkan sebagai pemain unggulan keenam. Dari hasil undian, dia berada di grup bawah dan dijadwalkan melawan pemain Israel, Misha Zilberman. Dengan mundurnya Sony, Zilberman melaju ke babak kedua menunggu pemenang antara pemain Perancis dan Belanda.

Kurangi wakil

Absennya Sony mengurangi wakil Indonesia di tunggal putra. Kini ”Merah Putih” mengandalkan Simon Santoso dan pemain nonpelatnas Taufik Hidayat.

Dibanding Taufik, Simon memiliki peluang yang lebih besar. Dari hasil undian, Simon bergabung di grup bawah dan terhindar dari pemain-pemain top dunia seperti Lee Chong Wei, Bao Chunlai, Lin Dan, Kenichi Tago, dan Park Sung Hwan.

Simon juga punya modal kepercayaan diri yang cukup bagus setelah tampil sebagai juara di turnamen Grand Prix Gold di Taiwan pekan lalu.

Selain di tunggal putra, Indonesia juga memiliki wakil di nomor tunggal putri, ganda putra, dan ganda campuran. Indonesia tidak punya wakil di ganda putri karena peringkat pasangan baru pelatnas masih rendah.

Di tunggal putri, Adriyanti Firdasari dan Maria Febe Kusmastuti menjadi andalan. Sementara di ganda putra ada pasangan Rian Sukmawan/Yonatan Dasuki serta dua pasangan pemain nonpelatnas, Markis Kido/Hendra Setiawan dan Alvent Yulianto/Hendra AG.

Sementara di ganda campuran, Indonesia punya tiga wakil, yakni pasangan pemain pelatnas Nova Widianto/Liliyana Natsir dan Fran Kurniawan/Pia Zebadiah serta pasangan nonpelatnas Hendra AG/Vita Marissa.

Pelatih ganda campuran Richard Mainaky masih optimistis dengan peluang pasangan Nova/Liliyana. Bagi mereka, kejuaraan dunia ini yang terakhir karena Nova akan mundur dari pelatnas akhir tahun ini. (OTW)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau