JAKARTA, KOMPAS.com- Orangtua Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) 2010 asal DKI Jakarta mencurigai enam Paskibra senior yang diduga melakukan pelecehan terhadap putra-putri mereka. Orangtua akan mengambil sikap terhadap mereka jika terbukti melakukan kesalahan.
Setelah menerima hasil investigasi tim internal Purna Paskibraka Indonesia (PPI) DKI Jakarta, Jumat (20/8/2010) sore kemarin, perwakilan orangtua tersebut masih belum bisa menerima sikap yang dilakukan oknum Paskibra senior. Setidaknya ada dua Paskibra senior putra dan empat senior putri yang mereka anggap melakukan pelanggaran berat dalam masalah ini.
"Si ibu barak (kepala barak putri) tiba-tiba menampar. Tidak jelas alasannya apa," ungkap salah satu orang tua mengutip pengakuan putrinya yang mengikuti masa Orientasi Kepaskibrakaan di Cibubur, 2-6 Juli 2010.
Terhadap dua Paskibra senior putra, dia mencurigai keduanya telah memerintah Paskibra yunior putra untuk melakukan push up dingin, yakni push up bertumpuk dalam keadaan bugil.
Dia menegaskan, ia secara pribadi akan melaporkan dua orang Paskibra senior ke Polda Metro Jaya. Mereka adalah FDT (putra) dan SS (putri). "Yang lain harus dipecat (dari organisasi PPI)," tegasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang