Paskibra dilecehkan

Orangtua Paskibra Curigai Enam Senior

Kompas.com - 21/08/2010, 07:36 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com- Orangtua Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) 2010 asal DKI Jakarta mencurigai enam Paskibra senior yang diduga melakukan pelecehan terhadap putra-putri mereka. Orangtua akan mengambil sikap terhadap mereka jika terbukti melakukan kesalahan.

Setelah menerima hasil investigasi tim internal Purna Paskibraka Indonesia (PPI) DKI Jakarta, Jumat (20/8/2010) sore kemarin, perwakilan orangtua tersebut masih belum bisa menerima sikap yang dilakukan oknum Paskibra senior. Setidaknya ada dua Paskibra senior putra dan empat senior putri yang mereka anggap melakukan pelanggaran berat dalam masalah ini.

"Si ibu barak (kepala barak putri) tiba-tiba menampar. Tidak jelas alasannya apa," ungkap salah satu orang tua mengutip pengakuan putrinya yang mengikuti masa Orientasi Kepaskibrakaan di Cibubur, 2-6 Juli 2010.

Terhadap dua Paskibra senior putra, dia mencurigai keduanya telah memerintah Paskibra yunior putra untuk melakukan push up dingin, yakni push up bertumpuk dalam keadaan bugil.

Dia menegaskan, ia secara pribadi akan melaporkan dua orang Paskibra senior ke Polda Metro Jaya. Mereka adalah FDT (putra) dan SS (putri). "Yang lain harus dipecat (dari organisasi PPI)," tegasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau