Paskibra dilecehkan

Yunior Benarkan Ada "Push-up" Dingin

Kompas.com - 21/08/2010, 15:23 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Seorang yunior Paskibra DKI 2010 putra membenarkan adanya instruksi push-up dingin atau push-up di atas tubuh sesama anggota Paskibra putra dalam kondisi tanpa pakaian. Push-up dingin tersebut dilakukannya satu kali saat Orientasi Kepaskibrakaan di Cibubur, pada 2-6 Juli lalu.

Push-up dingin, menurut dia, merupakan tradisi lama yang seharusnya tidak boleh diterapkan lagi. "Itu tradisi lama, harusnya sudah enggak ada lagi," katanya di sela-sela pelatihan psikologi di Universitas Bakrie, Jakarta, Sabtu (21/8/2010).

Paskibra putra, menurut dia, diperintahkan melakukan push-up dingin bukan karena mereka melakukan kesalahan. "Cuma kesenangan senior saja," tambahnya.

Bagi dia, push-up dingin yang diinstruksikan senior Paskibra tersebut terasa janggal. "Ya aneh sih, tapi ya udah," tuturnya.

Pernyataan mengenai adanya push-up dingin itu sesuai dengan hasil investigasi Purna Paskibraka Indonesia DKI yang membenarkan adanya instruksi push-up dingin. Namun, menurut hasil investigasi PPI, push-up dingin tersebut merupakan insiatif senior Ferdinand Diamor karena para yunior Paskibra melewati batas waktu mandi yang ditentukan.

Mengenai dugaan adanya pelecehan seksual terhadap Paskibra putra dengan perintah telanjang dan menempelkan tubuh satu sama lain, yunior ini membantah. Menurutnya, tidak ada instruksi senior untuk melakukan hal yang disebutkan itu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau