JAKARTA, KOMPAS.com — Seorang yunior Paskibra DKI 2010 putra membenarkan adanya instruksi push-up dingin atau push-up di atas tubuh sesama anggota Paskibra putra dalam kondisi tanpa pakaian. Push-up dingin tersebut dilakukannya satu kali saat Orientasi Kepaskibrakaan di Cibubur, pada 2-6 Juli lalu.
Push-up dingin, menurut dia, merupakan tradisi lama yang seharusnya tidak boleh diterapkan lagi. "Itu tradisi lama, harusnya sudah enggak ada lagi," katanya di sela-sela pelatihan psikologi di Universitas Bakrie, Jakarta, Sabtu (21/8/2010).
Paskibra putra, menurut dia, diperintahkan melakukan push-up dingin bukan karena mereka melakukan kesalahan. "Cuma kesenangan senior saja," tambahnya.
Bagi dia, push-up dingin yang diinstruksikan senior Paskibra tersebut terasa janggal. "Ya aneh sih, tapi ya udah," tuturnya.
Pernyataan mengenai adanya push-up dingin itu sesuai dengan hasil investigasi Purna Paskibraka Indonesia DKI yang membenarkan adanya instruksi push-up dingin. Namun, menurut hasil investigasi PPI, push-up dingin tersebut merupakan insiatif senior Ferdinand Diamor karena para yunior Paskibra melewati batas waktu mandi yang ditentukan.
Mengenai dugaan adanya pelecehan seksual terhadap Paskibra putra dengan perintah telanjang dan menempelkan tubuh satu sama lain, yunior ini membantah. Menurutnya, tidak ada instruksi senior untuk melakukan hal yang disebutkan itu.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang