Puasa Belanja Uang THR Anda

Kompas.com - 23/08/2010, 08:29 WIB

KOMPAS.com - Bagi para karyawan, Tunjangan Hari Raya (THR) tak lama lagi ada dalam genggaman Anda. Umumnya uang tambahan ini akan dibelanjakan untuk berbagai keperluan menjelang Lebaran. Tetapi kebiasaan ini tak berlaku jika kondisi keuangan masih tidak sehat.

Perencana keuangan Ligwina Hananto menegaskan, jika kondisi keuangan sehat, sah saja menghabiskan uang THR untuk belanja kebutuhan lebaran. Namun jika masih ada kewajiban membayar utang kartu kredit, hindari belanja baju baru dan tak perlu mudik.

"Uang THR bisa digunakan untuk membayar utang kartu kredit bagi Anda yang memiliki kondisi keuangan tidak sehat," kata Ligwina kepada Kompas Female, usai talkshow "Reksadana: Kenali Dulu Baru Beli" yang diadakan Tabloid Kontan beberapa waktu lalu.

Tanda bahwa kondisi keuangan sehat atau tidak bisa dilihat dari rasio kemampuan menabung dan mencicil utang. Jika keuangan sehat, Anda masih memiliki tabungan 10 - 30 persen dari penghasilan setiap bulan. Anda juga masih mampu mencicil maksimal 30 persen dari penghasilan untuk membayar hutang termasuk kartu kredit.

"Indikator keuangan tidak sehat, Anda tidak bisa menabung dengan rasio 10-30 persen dari penghasilan. Keuangan minus juga menjadi pertanda kondisi keuangan tidak sehat. Begitupun jika menyicil utang lebih dari 30 persen dari pernghasilan. Artinya, jika jumlah cicilan utang terlalu tinggi, Anda berangkat pagi pulang petang hanya untuk membayar utang," paparnya.

Jika penghasilan Anda hanya Rp 3 juta per bulan namun biaya gaya hidup mencapai Rp 7 juta misalnya, dan terlilit utang kartu kredit karenanya, ini sudah pertanda kondisi keuangan tidak sehat, tutur Ligwina.

Nah, jika kondisi finansial Anda mencirikan tanda-tanda negatif tadi, maka Anda harus ikat pinggang dengan ketat dan "puasa" belanja menjelang lebaran nanti. Caranya dengan menahan diri untuk tidak menikmati uang THR untuk berbelanja, tetapi membayar dulu utang Anda (dengan THR tersebut). Inilah risiko yang harus Anda bayarkan dari kebiasaan menghamburkan uang dengan lifestyle yang tinggi.

"Habit seperti ini tidak terbentuk satu-dua hari. Tetapi sudah berlangsung dua-tiga tahun," tegas Ligwina.

Jika ingin sehat secara finansial, menahan diri berpuasa belanja Lebaran kali ini bisa membantu mengembalikan kondisi keuangan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau