Kasus paskibra dki

Paskibra Putra Mandi Berdempetan?

Kompas.com - 23/08/2010, 09:50 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Selain melakukan push-up dingin, calon Paskibra (Capaska) putra asal DKI Jakarta juga harus mandi berdempetan. Mereka terpaksa merapatkan tubuh satu sama lain hingga badan mereka bersinggungan dengan badan rekan-rekannya.

Akibat instruksi dari Paskibra senior tersebut, Capaska putra tersebut, mau tak mau harus bersentuhan dengan (maaf) alat kelamin rekan-rekannya yang lain. Ketika melakukan push-up dingin (bertelanjang dan bertumpuk), misalnya, mereka seperti berada dalam posisi hubungan intim sesama jenis (sodomi).

"Saat mandi mereka juga harus rapat-rapat sehingga bersinggungan lagi. Itu membuat si anak tidak nyaman," kata Jusuf Ginting, orangtua salah satu Capaska putra.

Sebelumnya, salah satu orangtua Capaska putri membenarkan bahwa Capaska putra diperlakukan tidak senonoh sehingga (maaf) kemaluan mereka bersentuhan dengan alat kelamin rekannya yang lain. Ginting membantah hal tersebut.

"Saya tidak mendengar laporan seperti itu, tapi yang pasti ya seperti saya jelaskan tadi," katanya.

Tim investigasi internal Purna Paskibraka Indonesia (PPI) mengakui, perintah push-up dingin tersebut diduga kuat dilakukan oleh salah satu Paskibraka senior berinisial FDT. Tim investigasi PPI merekomendasikan agar FDT diskors dari seluruh kegiatan PPI selama lima tahun.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau