JAKARTA, KOMPAS.com — Selain melakukan push-up dingin, calon Paskibra (Capaska) putra asal DKI Jakarta juga harus mandi berdempetan. Mereka terpaksa merapatkan tubuh satu sama lain hingga badan mereka bersinggungan dengan badan rekan-rekannya.
Akibat instruksi dari Paskibra senior tersebut, Capaska putra tersebut, mau tak mau harus bersentuhan dengan (maaf) alat kelamin rekan-rekannya yang lain. Ketika melakukan push-up dingin (bertelanjang dan bertumpuk), misalnya, mereka seperti berada dalam posisi hubungan intim sesama jenis (sodomi).
"Saat mandi mereka juga harus rapat-rapat sehingga bersinggungan lagi. Itu membuat si anak tidak nyaman," kata Jusuf Ginting, orangtua salah satu Capaska putra.
Sebelumnya, salah satu orangtua Capaska putri membenarkan bahwa Capaska putra diperlakukan tidak senonoh sehingga (maaf) kemaluan mereka bersentuhan dengan alat kelamin rekannya yang lain. Ginting membantah hal tersebut.
"Saya tidak mendengar laporan seperti itu, tapi yang pasti ya seperti saya jelaskan tadi," katanya.
Tim investigasi internal Purna Paskibraka Indonesia (PPI) mengakui, perintah push-up dingin tersebut diduga kuat dilakukan oleh salah satu Paskibraka senior berinisial FDT. Tim investigasi PPI merekomendasikan agar FDT diskors dari seluruh kegiatan PPI selama lima tahun.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang