Smk pelayaran semarang

Sekolah Konflik, Ijazah 70 Siswa Mandeg

Kompas.com - 23/08/2010, 17:55 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com - Dinas Pendidikan Kota Semarang mengingatkan, penyelesaian masalah ijazah sekitar 70 lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pelayaran Semarang yang mendekati batas waktu terakhir. Penandatanganan surat pernyataan bermaterai itu dilakukan mantan Kepala SMK Pelayaran Semarang, Agus Joko Purwanto, selaku pihak yang berkewajiban menandatangani ijazah puluhan siswa itu.

"Kami telah memberikan tenggat waktu seminggu sejak penandatanganan pernyataan pada Kamis (19/8/2010)," kata Kepala Bidang Monitoring dan Pengembangan Disdik Kota Semarang, Nana Storada di Semarang, Senin (23/8/2010).

"Kami ingin mengingatkan yang bersangkutan (Agus Joko, red.), sebab permasalahan ijazah itu memengaruhi masa depan siswa. Apalagi, ijazah adalah hak siswa yang telah lulus dan harus diberikan," katanya.

Nana mengatakan, pihaknya tidak ingin penyelesaian permasalahan ijazah itu kembali molor sehingga merugikan para siswa sebab hal tersebut pernah terjadi sebelumnya. Permasalahan ijazah, kata Nana, sebelumnya pernah diupayakan lewat mediasi yang menghasilkan nota kesepahaman yang dibuat bersama. Saat itu, ijazah sepakat akan diberikan pada akhir Juli 2010, namun tidak ditepati.

"Yang bersangkutan mengaku masih menyelesaikan proses penulisan nilai dan nama pada ijazah sehingga ijazah puluhan lulusan itu belum bisa dibagikan hingga batas waktu yang disepakati," katanya.

Nana mengatakan, apabila sampai batas waktu yang ditentukan, yaitu pada Kamis (26/8/2010), ijazah belum diserahkan, pihaknya akan mengambil tindakan tegas sesuai prosedur yang ditetapkan.

Sebelumnya, puluhan lulusan SMK Pelayaran Semarang mengadu kepada Disdik Pemkot Semarang pada Rabu (18/8/2010) karena mereka belum mendapatkan ijazah akibat yayasan yang menaungi sekolah itu sedang dilanda konflik. Belum diterimanya ijazah sekitar 70 orang lulusan itu disebabkan adanya pergantian kepala sekolah, sedangkan dalam blangko ijazah sudah terlanjur tercetak nama kepala SMK Pelayaran Semarang yang lama.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau