Tangerang Selatan, Kompas -
”Industri konten di Indonesia masih sangat lemah,” kata Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring dalam Kuliah Perdana Universitas Multimedia Nusantara (UMN) bertajuk ”Peluang Industri Kreatif di Era
Ia mencontohkan banyaknya saluran televisi berbayar asing yang isinya juga dibuat oleh asing. Padahal, Indonesia memiliki potensi budaya yang besar untuk dimanfaatkan sebagai bahan bagi industri konten.
Hadir dalam acara tersebut pendiri UMN sekaligus Pemimpin Umum Harian
Konten multimedia adalah materi pada perangkat bergerak yang di antaranya dapat diakses melalui ponsel atau internet. Jenisnya bermacam-macam, mulai dari nada dering,
Sebagian besar pemain industri konten di Indonesia adalah perusahaan asing. Jumlah perusahaan pengembang konten multimedia di Indonesia masih sangat terbatas.
Wakil Direktur Bisnis
Sementara itu, pendiri Mobile Monday Indonesia, Andy Zain, mengatakan, pangsa pasar
Saat ini 67 persen masyarakat dunia sudah menggunakan ponsel. Pertumbuhan penggunaan ponsel itu empat kali lebih tinggi dari pertumbuhan pengguna internet dan tiga kali lipat dari pertumbuhan televisi.
Menurut Andy, akses internet lewat ponsel di Indonesia termasuk yang tertinggi di dunia. Bahkan dalam akses sejumlah
Masyarakat Indonesia menyenangi konten yang bersifat lokal serta kontekstual sesuai dengan kebutuhan mereka. Oleh karena itu, aplikasi dengan bahasa Indonesia umumnya banyak penggunanya dan aplikasi yang canggih dan lengkap justru kurang diminati.
Di Indonesia, jumlah ponsel yang beredar mencapai lebih dari 150 juta dan sekitar 20 persennya digunakan untuk akses internet. Sebanyak 80 persen ponsel baru di pasaran dapat digunakan untuk mengakses internet langsung.
Akses internet lewat telepon seluler lebih diminati karena belum memadainya infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi berbasis kabel. Bahkan, sejumlah operator telepon seluler menawarkan harga akses internet yang lebih murah dibandingkan akses internet melalui kabel.
Kepala Alliances South East Asia, Research In Motion, Johan D Kremer mengatakan, 25 persen pelanggan Blackberry di Indonesia mengunduh aplikasi pesan singkat dan jejaring sosial. Aplikasi lain yang banyak peminatnya adalah aplikasi tematis,