Virnie Ismail Sering Ditinggal Suami

Kompas.com - 24/08/2010, 12:31 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Baru menikah dengan Ferry Indra Yudha pada 13 Februari 2010, artis Virnie Ismail sudah sering ditinggal oleh suaminya. Indra lebih banyak berada di Singapura daripada di Jakarta.

Sepanjang bulan Ramadhan ini saja, ia baru dua hari bertemu dengan Indra, yaitu pada hari pertama puasa dan Selasa (24/8/2010) ini. "Kalau dipikir, kami baru ketemu dua hari, baru ketemu awal puasa dan hari ini. Jadi, sisanya suamiku di Singapura dan aku di Jakarta," jelas Virnie ketika ditemui di Studio Penta SCTV, Jakarta, Selasa (24/8/2010).

Indra memang lebih banyak menghabiskan waktunya di Singapura. Ia baru saja merampungkan studinya di Management Development Institute of Singapore (MDIS) dan tengah sibuk mencari pekerjaan di Negeri Singa.

Sebagai istri, Virnie pun mencoba mengerti kesibukan suaminya. Ia mengaku bersyukur karena hari pertama puasa mereka bisa menjalaninya bersama.

"Kalau aku sih sudah alhamdulillah, dengan hari pertama bisa shalat subuh, tarawih bareng sampai malamnya keluar nonton. Itu menurutku sudah luar biasa. Waktu hari pertama kami manfaatin buat semuanya bareng. Kan kalau kami mengeluh terus, ya Tuhan juga enggak senang. Jadi, aku pikir, alhamdulillah. Toh dia selalu ada di hatiku," tutur Virnie. (ANI)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau