Pengukuhan rektor baru

Infrastruktur Penting, Dosen Apalagi....

Kompas.com - 24/08/2010, 14:19 WIB

PEKANBARU, KOMPAS.com - Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh meminta Universitas Riau (UR) untuk meningkatkan kualifikasi dan kompetensi dosen-dosennya. Menurut data Kemdiknas, baru 9,8 persen dari total 1.019 dosen di UR yang telah mengenyam pendidikan S-3.

Nuh mengatakan, UR harus mampu meningkatkan jumlah dosen yang berkualifikasi pendidikan S-3 hingga mencapai angka 20 persen. "Infrastruktur penting, tapi yang lebih penting lagi adalah dosen karena sebagai ruh dari perguruan tinggi," ujar Nuh.

Sebelumnya, dalam pidato sambutan pelantikan Rektor UR, Prof Ashaluddin Jalil, di Pekanbaru, Senin (23/8/2010), Mendiknas juga meminta UR terus meningkatkan kualitas pendidikannya sebagai salah satu universitas terbaik di Sumatera. UR, kata Nuh, harus dapat memberikan kesempatan lebih besar kepada anak-anak yang tak mampu untuk mencapai jenjang perguruan tinggi.

"UR diharapkan jadi pintu dan jendela bagi orang yang tak mampu. Jangan sampai masyarakat di sekitar Riau tertutup masa depannya karena tak bisa mendapat akses untuk pendidikan di perguruan tinggi," ujarnya.

Adapun dengan pelantikan tersebut, Ashaluddin Jalil resmi menduduki kursi Rektor UR selama empat tahun ke depan. Jabatan ini merupakan periode kedua baginya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau