Kelistrikan

Listrik Bandara Resmi Dikelola PLN

Kompas.com - 25/08/2010, 15:23 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur PT PLN (Persero) Dahlan Iskan dan Dirut PT Angkasa Pura II Tri S Sunoko menandatangani nota kesepahaman mengenai pengelolaan sistem pasokan ketenagalistrikan yang handal di sejumlah bandara yang dikelola Angkasa Pura II di kantor Kementerian Negara BUMN, Rabu (25/8/2010).

Dengan penandatanganan ini, maka PLN secara resmi akan mengelola listrik di sejumlah bandara.

Penandatanganan nota yang disaksikan oleh Menneg BUMN Mustafa Abubakar ini merupakan solusi menyusul insiden matinya listrik di Bandara Soekarno-Hatta, 6 Agustus lalu.

Dalam sejumlah pembicaraan sebelumnya, Angkasa Pura II akhirnya 'merelakan' pengelolaan bandara kepada PLN. "Kerja sama (pengelolaan) bisa keseluruhannya, bisa sampai tahap tiga yaitu PL di dalam, tahap kedua dengan tegangan menengah atau tahap satu, supervisi saja. Nanti akan kami serahkan kepada direksi Angkasa Pura II mau pilih yang mana," tutur Dahlan dalam sambutannya.

Menurut Dahlan, kerja sama tak harus sampai pada tahap keempat atau ketiga karena tahap keempat sampai soal yang rumit. Dahlan berpendapat Angkasa Pura II lebih baik tetap memiliki tim engineering di dalamnya. "Tapi setelah ini tim kami akan bicarakan sampai level mana kerja sama ini," tambahnya.

PLN yang memiliki pengalaman menangani listrik Istana Negara dan DPR berjanji akan menangani listrik bandara dengan standar zero tolerance. PLN akan menangani 12 bandara yaitu Bandara Halim Perdanakusuma, Bandara Soekarno-Hatta serta sejumlah bandara di Bandung, Palembang, Medan, Pontianak, Padang, Pekanbaru, Banda Aceh, Tanjung Pinang, Pangkal Pinang dan Jambi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau