Saling tangkap

Taufik: RI-Malaysia Tidak Harmonis

Kompas.com - 25/08/2010, 19:46 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Aksi saling tangkap, baik oleh pihak Indonesia maupun Malaysia di perairan Tanjung Berakit, Bintan, Kepulauan Riau, mengundang tanda tanya besar di benak Ketua MPR Taufik Kiemas. Kiemas menganggap, aksi saling tangkap tersebut menandakan hubungan baik Indonesia dengan Malaysia sekadar isapan jempol.

"Menurut saya, hubungan kita dengan Malaysia tidak baik saat ini. Semestinya, tidak perlu saling menangkap," kata Ketua MPR Taufik Kiemas di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (25/8/2010).

Taufik menjelaskan, kedua pihak bisa saling mengingatkan ketika menyalahi aturan perbatasan. Baik Indonesia maupun Malaysia bisa berkoordinasi di lapangan dengan tidak saling menangkap.

"Kalau ada nelayan Malaysia masuk, kita bisa peringatkan. Kalau diperingatkan tidak mau, baru kita usir," katanya seraya berharap tidak ada kontak senjata dengan pihak Malaysia.

"Hubungan diplomatik ini baik. Visa saja bisa gratis. Kita harus jaga ini, jangan sampai perang. Tapi perbatasan mesti jelas. Kalau tidak, akan terus berlangsung insiden ini," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau