Puasa Bikin Panjang Umur

Kompas.com - 25/08/2010, 22:21 WIB

KOMPAS.com — Jadwal makan yang lebih terbatas saat berpuasa semestinya tidak dijadikan alasan untuk mengurangi rutinitas harian yang padat. Kita bisa terus beraktivitas seperti biasa, asalkan paham cara menyiasati pola makan dan jenis makanan yang dikonsumsi. Kuncinya: maksimalkan asupan nutrisi dan penuhi kebutuhan cairan agar sistem metabolisme tubuh tetap normal. Selain itu, puasa untuk menjaga pikiran senantiasa tajam dan badan tetap bugar. Minimal kita tidak lemas sehingga tidak menghambat aktivitas bekerja.

Selain dikenal sebagai ritual ibadah tahunan umat Muslim, puasa juga diyakini sebagai salah satu metode penyembuhan. Para ahli pengobatan dari Yunani meyakini, puasa dapat memperpanjang usia seseorang. Manfaat ini turut didukung oleh penelitian modern yang dilakukan sekelompok ahli dari Department of Biochemistry, Khyber Medical College, Peshawar di Pakistan. Mereka pernah mengamati 24 Muslim yang berpuasa selama bulan Ramadhan. Hasilnya, kadar kolesterol dan gula darah mereka turun secara signifikan.

"Berpuasa memberikan manfaat sehat bagi tubuh, yakni mengurangi beban kerja saluran pencernaan. Sehari-hari, kita seolah makan tanpa henti. Mulai dari makan pagi, ngemil, yang dilanjutkan dengan makan siang, kemudian mengunyah makanan ringan lain hingga akhirnya makan malam. Bahkan, terkadang kita masih mencari camilan untuk dimakan saat malam. Otomatis, saluran pencernaan tidak pernah berhenti bekerja," kata dr Grace Judio-Kahl, Msc, MH, CHt, konsultan dari klinik penurunan berat badan lightHOUSE di Jakarta.

Namun, manfaat sehat dari berpuasa tak akan terasa jika kita menerapkan strategi yang salah dalam melakoni ibadah ini. Misalnya, kita kalap saat berbuka puasa atau melewatkan sahur karena malas bangun atau merasa perut masih kenyang. Contoh lain, kita mengalami konstipasi yang disebabkan daerah usus tidak berkontraksi akibat berbagai organ dalam saluran pencernaan tidak bekerja selama kita puasa.

Pendek kata, jangan sampai kesalahan saat menerapkan puasa ini malah menghentikan tujuan dan makna dari puasa yang begitu indah. Setuju?

(Prevention Indonesia/Christina)

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau