Jatah Raskin Hanya untuk 11 Bulan

Kompas.com - 26/08/2010, 03:43 WIB

Medan, Kompas - Jatah beras untuk keluarga miskin di Sumatera Utara tahun ini hanya 11 bulan menyusul keputusan DPR yang hanya menyetujui tambahan beras sebanyak 2 kilogram dikalikan tujuh bulan. Namun, pada bulan November, volume raskin bertambah dari biasanya sebanyak 15 kilogram menjadi 20 kilogram.

Sebelumnya, DPR hanya menyetujui alokasi raskin 13 kg per bulan, bukan 15 kg. Namun, Gubernur Sumut mengambil kebijakan raskin di Sumut tetap 15 kg per bulan, tetapi hanya untuk alokasi 10 bulan.

Pada bulan ke-11, rumah tangga sasaran (RTS) hanya menerima 6 kilogram. Setelah ada tambahan 14 kilogram, pada bulan November RTS menerima raskin 20 kg.

Kepala Seksi Humas Bulog Divre Sumut Rusli Siregar, Rabu (25/8), mengatakan, hingga akhir Agustus ini penyerapan raskin di Sumut sudah mencapai 84,66 persen dari 106.208 ton. Meskipun tinggi, angka itu masih menempatkan Provinsi Sumut di posisi ketujuh terbawah di Indonesia dalam hal penyerapan raskin.

Tahun ini Provinsi Sumut menerima alokasi raskin 142.521 ton, dengan jumlah RTS 838.363 keluarga.

Raskin mandiri

Tercatat hanya satu kabupaten/kota di Sumut yang memiliki raskin mandiri yang disebut raskin madani, yakni Kota Tanjung Balai.

Kota menganggarkan dari APBD-nya untuk menebus beras Bulog seharga Rp 5.575 per kilogram dan mengalokasikan kepada warga miskin sesuai harga raskin Perum Bulog Rp 1.600 per kilogram.

Setiap bulan, program yang sudah berlangsung sejak tahun 2007 itu mengalokasikan raskin 95.055 ton, dengan jumlah RTS sebanyak 6.337 keluarga.

Untuk menekan gejolak kenaikan harga beras, Perum Bulog bulan Agustus ini menggelontorkan alokasi raskin untuk dua bulan sekaligus, tetapi belum semua kabupaten mengajukan alokasi.

Telah mendistribusikan

Tercatat 11 kabupaten telah mendistribusikan alokasi raskin bulan September. Bahkan, ada kabupaten yang sudah meminta alokasi bulan Oktober, yakni Nias Selatan, Tapanuli Selatan, dan Kota Gunungsitoli.

Sementara kabupaten yang penyerapan raskinnya paling rendah di Sumut adalah Tapanuli Utara 59,67 persen, Humbang Hasundutan 65,65 persen, dan Toba Samosir 69,77 persen.

”Pembayaran sering macet di daerah itu,” tutur Rusli.

Hingga saat ini Perum Bulog Sumut belum melakukan pengadaan beras atau gabah. Pengadaan terakhir terjadi tahun 2005. (WSI)

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau